Logo Header Antaranews Makassar

Trans Sulawesi Kembali Normal Pasca Banjir Tarailu

Kamis, 3 Januari 2013 22:53 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Jalan Trans Sulawesi di Desa Tarailu, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, pasca musibah banjir bandang kembali normal.

"Jalur Trans Sulawesi selama 24 jam tidak dapat dilintasi karena ketinggian air mencapai satu meter. Banjir bandang yang menggenangi jalur Trans Sulawesi kini mulai surut sehingga kendaraan kembali bisa melintas," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar, Darno Madjid di Mamuju, Kamis.

Menurutnya, banjir bandang yang terjadi Rabu (2/1) di Desa Tarailu ini sempat menimbulkan antrian kendaraan hingga lima kilometer dari dua arah yang berlawanan.

"Sejak siang tadi kendaraan sudah bisa melintasi. Namun demikian, beberapa titik genanagan air pada pemukiman warga belum juga surut," katanya.

Darno mengatakan, banjir terparah terjadi di Desa Kalonding karena ketinggian air sempat mencapai tiga meter pada hari pertama dan sekarang ini kondisi air sudah mulai surut.

Menurut dia, banjir akibat luapan Sungai Karama sudah hampir menenggelamkan perkampungan itu, menyebabkan warga masih bertahan di tempat pengungsian karena khawatir terjadi banjir susulan.

Selain menenggelamkan pemukiman warga kata dia, ribuan hektar lahan pertanian dan perkebunan rusak, ternak hanyut, dan harta benda warga terbawa arus.

"Kita belum mengetahui apa ada korban jiwa akibat banjir luapan sungai Karama. Yang pastinya, bencana ini sangat parah karena nyaris menenggelamkan pemukiman penduduk," ungkap Darno.

Saat ini kata dia, proses evakuasi di Kalonding dan sejumlah desa di sekitarnya juga masih terus dilakukan walaupun akses jalan menuju desa itu masih terputus.

Selain terparah di Desa Kalonding, kondisi tidak kalah mengenaskan juga terjadi di Desa Tarailu, Kecamatan Sampaga, Desa Salue'bo, Tabolang, dan Desa Salupangkang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju.

"Tidak kurang dari 100 hektar sawit, 200 hektar sawah, 110 hektar kebun warga, terendam banjir. Bukan cuma itu, fasilitas umum seperti poskesdes, masjid, dan sekolah, rusak ringan. Bahkan jalan dan jembatan juga diamuk banjir," ungkapnya. (T.KR-ACO/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026