Logo Header Antaranews Makassar

PID : Media Utamakan Jurnalisme Damai Hadapi Pilgub

Rabu, 9 Januari 2013 21:49 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Selatan Rusdin Tompo mengatakan, media harus mengutamakan jurnalisme damai menghadapi Pilkada Gubernur/Wagub Sulsel.

"Hal ini dimaksudkan agar media, khususnya penyiaran tidak terjebak pada rivalitas tiga pasang kandidat," kata Rusdin di Makassar, Rabu.

Ketiga pasang kandidat yang siap bertarung pada Pilkada gubernur Sulsel 22 Januari 2013 adalah pasangan nomor urut satu Ilham Arief Sirajuddin - Azis Qahhar Mudzakkar (IA), kemudian nomor urut dua H Syahrul Yasin Limpo - Agus Arifin Nu'mang (Sayang) dan nomor tiga Andi Rudiyanto Asapa - Andi Nawir (Garuda-Na).

Menurut Rusdin, media penyiaran seperti televisi dan radio harus lebih berhati-hati dan selektif dalam hal pemberitaan, program bincang-bincang/talk show maupun iklan yang terkait dengan Pilkada gubernur Sulsel.

Dia mengatakan, hal itu perlu dilakukan karena fenomena di lapangan menunjukkan adanya kecenderungan media mengutip pernyataa-pernyataan keras yang saling sindir, bahkan saling serang antarkandidat tertentu.

"Padahal itu justeru bisa memancing keadaan dan suhu politik semakin panas," katanya.

Begitu pula dengan iklan-iklan yang tidak difokuskan pada visi-misi dan program kandidat, tetapi lebih pada pendekatan kampanye negatif (negative campaign) hingga pada "black campaign".

Berkaitan dengan hal tersebut, dia mengimbau agar media, khususnya media penyiaran mengedepankan jurnalisme damai, termasuk memberikan gambaran yang faktual dan proporsional tentang jalannya kampanye serta memberikan akses yang sama untuk ketiga pasang kandidat.

Sebagai gambaran, ketiga pasang kandidat mendapat jatah 10 spot iklan sehari, untuk radio sekali tayang berdurasi 60 detik dan televisi berdurasi 30 detik sekali tayang. (T.S036/M019)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026