Logo Header Antaranews Makassar

5 RIBU EKOR SAPI DISIAPKAN HADAPI IDUL QURBAN

Senin, 17 November 2008 11:24 WIB
Image Print

Makassar, 17/11 (ANTARA) - Sebanyak 5 ribu ekor sapi disiapkan menghadapi Hari Raya Qurban di Kota Makassar. Stok sapi tersebut berasal dari luar daerah yang sudah memiliki dokumen resmi dari instansi terkait.

"Rata-rata stok sapi untuk Hari Raya Qurban setiap tahun adalah 5.000 ekor, namun biasanya yang terbeli hanya 70 persen untuk kepentingan qurban," jelas Kepala Dinas Peternakan Sulawesi Selatan (Disnak Sulsel), Arifin Daud, di Makassar, Senin.

Menurutnya, sapi potong yang dimasukkan ke Kota Makassar itu berasal dari Kabupaten Bulukumba, Maros, Barru, Bone dan Sinjai. Sebelum masuk ke Makassar, sapi tersebut terlebih dahulu harus dilengkapi dengan kartu ternak yang dikeluarkan Dinas Peternakan setempat dan surat kesehatan hewan dari Dinas Kesehatan asal sapi tersebut.

Setelah kedua dokumen resmi itu ada, lanjutnya, pihak Disnak yang merupakan lokasi penerima masih melakukan tes kesehatan hewan untuk memastikan sapi tersebut layak komsumsi dan tidak mengandung virus.

"Hal itu penting dilakukan, karena dikhawatirkan adanya sapi yang tidak terjamin kesehatannya dan apabila dikomsumsi manusia, tentu akan membahayakan," ujarnya.

Terkait dengan hal tersebut, Arifin mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi baik dengan pihak Dinas Kesehatan maupun dengan aparat kepolisian yang bertugas mengawasi transportasi ternak yang masuk ke Makassar.

Sementara mengenai populasi sapi di daerah ini, berdasarkan hasil survei terakhir Disnak Sulsel pada tahun 2007, daerah ini telah mencapai 711 ekor sapi dari berbagai jenis yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Sulsel.

Khusus target Pemprov Sulsel untuk mencapai populasi sapi sebanyak satu juta ekor hingga 2013, lanjutnya, target tersebut optimis dicapai melalui gerakan optimalisasi pengembangan ternak sapi.

"Setidaknya ada tujuh poin sebagai langkah optimalisasi pengembangan sapi di Sulsel, diantaranya mengoptimalkan sistem pembibitan sapi di tingkat masyarakat, pengadaan benih unggul, melaksanakan inseminasi mandiri dengan bantuan dana dari pemerintah pusat," katanya.

***2***

(T.K-SUR/B/M012/M012) 17-11-2008 18:03:19