
DPRD Minta Pemkab Matra Awasi Pelabuhan Liar

Mamuju (ANTARA News) - Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Barat, meminta agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Mamuju Utara, memperketat pengawasan terhadap aktivitas pelabuhan liar di wilayah itu.
"Baru-baru ini kami melakukan kunjungan komisi ke Mamuju Utara (Matra) termasuk meninjau rencana pembangunan dermaga di pelabuhan sungai Tanamoni, Kecamatan Baras. Hasilnya, pelabuhan itu terkesan liar sehingga perlu ada pengawasan yang lebih serius,"kata Ketua Komisi III DPRD Sulbar, Hamid B.c.Ku di Mamuju, Minggu.
Menurutnya, selama ini aktivitas kapal motor di pelabuhan sungai Tanamoni terbilang tinggi untuk mengangkut komoditas jeruk. Sayangnya, pemerintah setempat tidak mengelola secara maksimal sehingga tidak mampu memberikan kontribusi untuk menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah) setempat.
"Sekarang ini ada usulan dari Dishubkominfo untuk pembuatan amdal pembangunan pelabuhan sungai Tanamoni. Semestinya, aktivitas pelabuhan sungai ini diarahkan saja ke pelabuhan laut Pasangkayu yang saat ini dermaganya sudah sangat memadai," kata dia.
Hamid menyampaikan, aktivitas kapal di pelabuhan sungai Tanamoni ternyata bukan lagi mengangkut hasil jeruk melainkan mengangkut komoditas hasil bumi seperti kopra, pisang dan berbagai komoditas lainnya.
"Setiap saat ada empat kapal motor yang mengangkut hasil bumi di Matra untuk diseberangkan ke Kalimantan maupun dibawa ke kota Palu, Sulawesi Tengah. Ini yang harus mendapat perhatian dari pemerintah setempat," ungkapnya.
Karena itu kata dia, pihaknya akan melakukan kajian-kajian apakah memang aktivitas pelabuhan sungai ini layak untuk dibangun atau tidak.
"Ini harus kita kaji karena saat ini juga pemerintah telah membangun pelabuhan laut berskala besar di Pasangkayu. (T.KR-ACO/N005)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
