
Aksi Massa Minta Dirut PDAM Kendari Diganti

Kendari (Antara News) - Massa yanng tergabung dalam Lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis, menggelar aksi di Kantor Walikota Kendari, meminta Direktur PDAM Kendari diganti.
Koordinator aksi, Amsar, mengatakan, permasalahan yang terjadi di tubuh PDAM Kendari akibat tidak adanya upaya direktur untuk mencari solusi dalam pelayanan kepada pelanggan.
"Hingga saat ini, PDAM Kendari belum bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Meskipun telah mendapat suntikan dana dari pemerintah," katanya.
Amsar mengatakan, beberapa persoalan indikasi pelanggaran yang dilakukan PDAM sehingga pelayanan tidak maksimal yakni indikasi korupsi di PDAM, tidak adanya perhatian direktur terhadap karyawannya dan sering menangkat pegawai baru.
"Selain itu, PDAM juga tidak membayarkan gaji karyaawan pensiun, adanya kelebihan kuota karyawan, sementara anggaran tidak mampu membayarnya," katanya.
Massa juga menilai badan pengawas PDAM Kendari tidak bekerja maksimal dalam melakukan tugasnya, sehingga pelanggaran terus terjadi di PDAM Kendari.
Massa yang mendapat pengawalan ketat dari polisi kemudian diterima oleh Sekda Kendari, Amarullah dan anggota badan pengawas PDAM Kendari, Kaharuddin Hamiaso.
Menurut Amarullah, terkait indikasi korupsi atau pelanggaran itu diserahkan kepada badan pengawas pihak terkait lainnya untuk mengauditnya.
Sementara itu, Kaharuddin Hamiaso mengatakan, mengaku persoalan yang melanda PDAM saat ini hanya persoalan teknis, hal itu sudah terjadi bertahun-tahun lamanya.
"Masalah tehnis itu seperti sistem jaringan perpipaan yang sudah aus karena termakan usia dan sebagian mengalami kebocorann," katanya.
Usai mendengar penjelasan itu, massa kemudian membubarkan diri.( Editor : ES Syafei)
Pewarta : Abdul Azis Senong
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
