
Waduk Bili-Bili Masih Kuat

Makassar (ANTARA Sulsel) - Waduk Bili-bili di Kabupaten Gowa, Sulsel, yang dibangun sekitar 35 tahun lalu, saat ini kondisinya masih kuat meski pun mengalami pengurangan volume akibat sedimentasi longsoran Gunung Bawakaraeng.
"Usia waduk tersebut tidak masalah, yang ditakutkan banjir yang limpahannya tidak diharapkan," kata Kepala Dinas PSDA provinsi Sulsel, Ir Soeprapto Budisantoso, MSc di Makassar, Senin.
Waduk Bili-bili berkapasitas daya tampung 357 juta meter kubik air dalam kondisi tanpa ada sedimentasi, lanjutnya menambahkan, tidak ada masalah mengenai kekuatan DAM tersebut, justeru yang dikhawatirkan luapan air yang masuk ke bendungan ini tidak mampu dikendalikan sebab sedimentasi lumpur Bawakaraeng juga ikut mendangkalkan waduk itu.
Untuk keperluan penanganan waduk tersebut yang berfungsi sebagai air bersih PDAM, listrik, irigasi dan pengendalian banjir, kata Soeprapto, diperlukan penghitungan kembali kemampuan bendungan guna menanggulangi banjir dan kemungkinan limpahan banjir yang terjadi untuk segera diantisipasi dengan baik.
"Sekarang ini kita sedang menghitung dan menganalisa dampak yang akan ditimbulkan waduk tersebut, setelah itu baru bisa disimpulkan apakah kondisi dam ini ke depan masih tahan lama," ungkapnya seraya menyatakan, 'saya belum bisa menyimpulkan apakah Bili-bili akan sama nasibnya dengan kejadian bendung 'Situguntang, Banten, Jabar,' yang jebol dan menewaskan puluhan korban jiwa beberapa bulan lalu.
Sebab, katanya, untuk mengetahui kekuatan waduk Bili-bili, diperlukan perencanaan, penghitungan dan analisa yang matang terhadap dampak yang akan ditimbulkan waduk ini, termasuk membuat bendung tambahan sebelah hulu dam tersebut dengan anggaran sekitar Rp150 miliar.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sulsel, Ir H. Tan Malaka Guntur yang ditemui secara terpisah mengakui, kondisi Waduk Bili-bili saat ini belum meresahkan masyarakat karena bangunannya masih kuat dan penanganan dalam mengantisipasi setiap kemungkinan yang akan terjadi di waduk ini cukup terkoordinasi dengan baik.
"Waduk itu masih kuat dibandingkan dengan bendungan Situguntang sehingga masyarakat di daerah ini tidak perlu resah, terutama pada musim hujan tahun ini, sebab dampak yang akan ditimbulkan Waduk Bili-bili sudah diantisipasi pemerintah Provinsi Sulsel dan Kabupaten Gowa dengan melibatkan semua komponen instansi terkait," ujarnya.
(T.PSO-099/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
