Logo Header Antaranews Makassar

Tabrakan Perbatasan Makassar-Maros Dua Tewas

Selasa, 16 Juni 2009 00:30 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Sebuah mobil Suzuki APV menabrak palang tengah "baruga" ikon perbatasan Makassar-Maros, mengakibatkan dua penumpang tewas.

Seorang tewas di tempat kecelakaan dan lainnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit (RS) Wahidin Sudirohusodo Makassar, Senin malam sekitar pukul 19.30 Wita

Dua orang dari 14 penumpang yang tewas tersebut adalah Laeda (37) dan Jaraniah (48). Kedua jenazah kini masih dibaringkan di ruang Instalasi Pemulasan Jenazah.

Sedangkan 12 penumpang lainnya diketahui mengalami luka-luka cukup serius dan patah tulang. Saat ini, secara intensif mereka dirawat di ruang bedah Instalasi Rawat Darurat (IRD) RS Wahidin.

Kecelakaan lalulintas itu diduga terjadi karena supir memburu seorang polisi yang membawa lari STNK mobil APV tersebut.

Menurut saksi, mobil yang membawa 14 penumpang itu sedianya akan menuju Palu, Sulawesi Tengah. Bersamaan dengan itu, ada tiga mobil lain yang ikut serta dalam perjalan.

Namun ketika melewati Daya, mobil yang dikemudikan Lotteng itu disetop oleh seorang polisi yang mengenakan atribut Patroli Jalan Raya (PJR).

Begitu si petugas minta surat-surat mobil, yang bersangkutan langsung nyelonong pergi dengan kendaraannya. Karena takut STNK itu tidak kembali, Lotteng kemudian berusaha memburunya.

Menurut saksi, petugas tidak memberi penjelasan kepada si pemilik mobil akan dibawa ke mana STNK itu. "Polisi tidak mengatakan apakah STNK mau dibawa pulang ke rumahnya atau kembali ke pos penjagaanya," ujar Muhammad, seorang penumpang mobil.

Menurutnya, kecalakaan diduga terjadi karena Lotteng memburu polisi yang pergi dengan mengendarai sepeda motor.

Lari mobil dalam kecepatan cukup tinggi, ditambah situasi lalulintas yang cukup ramai, tak pelak membuat mobil yang dikemudikan Lotteng menabrak taman tengah Baruga yang menjadi "icon" perbatasan Makassar-Maros ini.

"Kemungkinan kecepatannya sangat tinggi, apa lagi polisi juga juga akan menilang tiga mobil lainnya, sehingga harus dikejar," kata Muhammad

Hingga pukul 23.00 Wita, tampak keluarga dan tetangga korban dari Jeneponto masih berdatangan ke RS Wahidin untuk menjemput dua jenazah dari dusun Parang-parang itu.

Jenazah Laeda dan Jaraniah dibawa ke kampung halamanya, dusun Parang-parang, Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto, Selasa sekitar pukul 02.15 wita untuk dikebumikan.

(T.PSO-101/P004)