
Ribuan Warga Mamuju Dapatkan Pengobatan Gratis

Mamuju (Antara News) - Ribuan warga di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, tampak antusias untuk mendapatkan pengobatan secara gratis dari Yayasan Mutiara Iman.
"Alhamdulillah, kegiatan pengobatan mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang ada di Mamuju. Kegiatan bhakti sosial ini dilakukan selama sebulan penuh atau berakhir pada 23 Maret 2013," kata Pendiri Yayasan Mutiara Iman, KH M Yusuf Ismail kepada wartawan di Mamuju, Minggu.
Menurutnya, kegiatan bhakti sosial ini dilakukan dengan cara menyampaikan dakwah sambil melakukan penyembuhan kepada masyarakat yang selama ini menderita sakit-sakitan.
"Kebanyakan masyarakat tidak tertolong karena tak memiliki biaya untuk mendapatkan perawatan. Makanya, yayasan yang kami bentuk muaranya untuk meringkan beban ekonomi masyarakat untuk mendapatkan pengobatan," kata Yusuf Ismail.
Yusuf Ismail yang akrab disapa Abah ini menyampaikan, semangat kegiatan ini tak lain untuk mewujudkan kepedualian sosial masyarakat sebagai ummat beragama agar dapat saling bantu membantu guna meringankan beban baik dari sisi dimensi keagamaan, dimensi pembangunan maupun dimensi ilmiah.
"Kita mengharapkan masyarakat yang kami kungjungi bisa terhibur jiwa dan raganya sehingga mampu meningkatkan kualitas iman, ilmu dan berakhlak karimah,"ujarnya.
Ismail yang juga pengurus Satuan Karya Ulama Indoensia ini menyampaikan, ada tiga metode yang diterapkan dalam melakukan pengobatan yakni dengan metode amaliah, alamiah dan ilmiah.
"Jadi, pengobatan dilakukan dengan menerapkan tiga metode tanpa memandang suku, agama dan ras. Yang tidak bisa kami obati golongan yang ragu-ragu,"ungkap Abah.
Sebetulnya kata dia, pihaknya sejak 2010 silam telah mendapatkan agenda khusus untuk bertandang ke Sulbar.
"Berdasarkan surat keputusan DPP Partai Golkar maka organisasi ini wajib melaksanakan dakwah dan pengobatan di daerah ini. Alhamdulillah, pada akhir Pebruari kita dapat melaksanakannya.
Ia menambahkan, masyarakat hendaknya tidak mudah mengeluh. Artinya, masyarakat harus menyadari pentingnya dilakukan pengobatan," pungkasnya. (Editor : Dewanti L)
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
