
PT IKI gelar aksi peduli sampah

Makassar (ANTARA) - PT Industri Kapal Indonesia (IKI) menggelar aksi peduli sampah di sekitar fasilitas galangan kapal BUMN ini di Makassar.
"Cuaca ekstrim yang melanda Makassar akhir-akhir ini tidak hanya menghambat operasional galangan tapi juga menambah bobot sampah di sekitar perairan PT. IKI (Persero)," kata Direktur Utama PT IKI Diana Rosa dalam keterangannya di Makassar, Sabtu (14/1).
Tiga area slipway PT IKI dipenuhi sampah yang terbawa arus laut seperti kemasan makanan dan minuman dalam jumlah yang banyak menumpuk di sekitar galangan kapal PT IKI.
Menurut dia, keadaan perairan perusahaan yang tercemar perlu disikapi secara cepat dan tepat.
“Aksi peduli sampah agar tidak kembali ke laut sekaligus ajang untuk membangun tim yang solid," ujarnya Rosa saat memimpin jumat bersih #InsanIKI pekan lalu yang diikuti Direksi, karyawan maupun siswa dan mahasiswa magang.

Sebagai perusahaan yang sedang berusaha menuju Green Shipyard, persoalan lingkungan merupakan salah satu fokus utama. Bagaimanapun, kondusifitas dan keberlangsungan lingkungan, salah satuhal yang menunjang sustainable korporasi.
Meski demikian, Srikandi BUMN itu menyadari bahwa sampah yang ditemukan di laut adalah imbas dari menipisnya kesadaran tentang lingkungan.
“Banyaknya sampah di laut, menggambarkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Ini menjadi perhatian dan PR kita bersama,” lanjutnya.
Masalah lingkungan adalah hal yang tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, keterlibatan stakeholder yang lain dibutuhkan.
Oleh karena itu, PT IKI akan menggalakkan kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya komunitas yang fokus terhadap kebersihan laut untuk melakukan sosialisasi di masyarakat.
“IKI akan bekerja sama dengan komunitas yang peduli kebersihan laut. Sama-sama mensosialisasikandan menginfluence masyarakat secara bertahap dan kontinyu,” tegasnya.(*/Inf)
Pewarta : Darim
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
