Logo Header Antaranews Makassar

Penduduk Miskin di Matra Tersisa 426 KK

Minggu, 7 April 2013 14:40 WIB
Image Print

Pasangkayu, Sulbar (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Sulawesi Barat, melaporkan bahwa kondisi penduduk miskin di daerahnya berhasil ditekan dengan tersisa hanya 426 KK (kepala Keluarga).

"Kami patut bersykur karena kinerja pemerintah cukup berhasil karena mampu menekan angka kemiskinan dan bahkan Matra yang paling terendah dari empat kabupaten lainnya yang ada di Sulbar,"kata Bupati Matra Ir.H.Agus Ambo Djiwa di Pasangkayu, Minggu.

Menurutnya, turunnya angka kemiskinan ini dibarengi dengan membaiknya angka pertumbuhan ekonomi Matra yang saat ini menembus angka 14,47 persen.

Karena itu kata dia, program desa Smart yang telah bergulir sejak tahun 2011 yang lalu akan mampu menekan garis kemiskinan di daerah hasil pemekaran kabupaten Mamuju ini.

"Pemakaran kabupaten Mamuju Utara telah membuahkan hasil. Buktinya, angka kemiskinan saat ini tinggal 426 KK dan kami yakin pada tahun ini akan bisa kita tekan hingga lima persen lagi,"ujarnya.

Olehnya itu kata dia, masyarakat semakin memahami untuk mendukung apa yang menjadi program pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan jauh dari garis kemiskinan.

Bupati menambahkan, daerah Matra yang lahir sejak 10 tahun silam telh banyak melakukan perbaikan untuk mendukung program pembangunan untuk kepentingan umum.

"Pembenahan perlu dilakukan disemua lini termasuk penataan birokrasi pemerintahan hingga pembenahan pembangunan infrastruktur,"katanya.

Ia meyakini, dengan terbangunnya infrastruktur yang memadai maka cepat atau lambat garis kemiskinan di daerah penghasil kelapa sawit ini akan mampu dipangkas.

Sebelumnya, BPS Sulbar mengungkapkan penduduk miskin di provinsi tersebut hingga Desember 2012, masih tersisa 160 ribu orang.

"Penduduk miskin mengalami penurunan sebesar 0,23 persen yaitu dari 13,24 persen pada Maret 2012 menjadi 13,01 persen pada September 2012," kata Kepala Bidang Stitistik Distribusi BPS Sulbar, Drs.Syihabuddin.

Syihabuddin menyampaikan, peran komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan dengan peranan bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

Ia menambahkan, pada periode Maret-September 2012 tercatat Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun.

"Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit," katanya.

Editor : M Taufik



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026