
Peserta UN Diminta Segera Laporkan Soal Rusak

Makassar (ANTARA Sulsel) - Peserta Ujian Nasional (UN) diminta segera melaporkan kepada pengawas ruangan ujian jika mendapatkan lembar soal yang rusak.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdullah Jabbar di Makassar, Jumat, mengatakan, jika peserta mendapatkan soal UN yang rusak, diminta segera melapor ke pengawas kelas untuk mendapatkan pengganti.
Jika terjadi kekurangan soal terutama di daerah terpencil, soal dapat digandakan selama ada persetujuan dari pengendali, pengawas dan aparat kepolisian.
Pihaknya juga menegaskan akan memberikan sanksi bagi guru atau peserta jika terbukti melakukan pelanggaran pada proses pelaksanaan UN.
Sanksi mulai dari sanksi ringan, sedang dan berat. Bagi guru, sanksi terberat berupa pemecatan jika terbukti telah melakukan tindak kecurangan sistemik, seperti memberikan kunci jawaban atau mengerjakan soal siswa. Sementara sanksi terberat bagi siswa adalah dikeluarkan dari daftar peserta UN.
"Ada beberapa larangan bagi siswa dalam pelaksanaan UN nanti, termasuk dilarang membawa `handphone` ke dalam ruangan ujian," katanya.
Pihaknya mengimbau peserta mempersiapkan diri menghadapi UN yang digelar mulai 15 April 2013. Salah satunya menghindari bocoran kunci jawaban karena sistem pembagian soal berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Sebanyak 429.091 siswa sekolah yang tersebar di 24 kabupaten dan kota di Provinsi Sulsel akan mengikuti Ujian Nasional (UN) pada 15 April 2013. Jumlah tersebut sudah termasuk seluruh siswa di jenjang pendidikan SD, SMP, SMA dan sederajat serta Sekolah Luar Biasa (SLB).
Lembar soal dan jawaban UN 2013 telah mulai didistribusikan di wilayah Provinsi Sulsel sejak Rabu 10 April 2013. Dimulai ke beberapa daerah terjauh seperti Kabupaten Selayar, Pangkajene dan Kepulauan serta Luwu, Luwu Utara dan Timur.
Editor : Agus Setiawan
Pewarta : Riesmawan Yudhatama
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
