
2.000 Buruh Turun Peringati "May Day"

Makassar (ANTARA Sulsel) - Sekitar 2.000 buruh dari berbagai serikat pekerja akan turun memperingati "May Day" di Makassar.
"Peringatan "May Day" pada 1 Mei bukan sekedar euforia massa, namun kami ingin menyampaikan aspirasi setelah tidak mendapatkan perhatian khusus dari pengambil kebijakan," kata Koordinator Aliansi Komite Aksi "May Day" di Makassar, Selasa.
Menurut dia, aspirasi yang akan digaungkan pada aksi tersebut diantaranya penolakan sistem ekonomi politik kapitalisme.
Dia mengatakan, sistem itu wujudkan oleh pemerintah melalui kenaikan BBM dan TDL. Kedua keputusan itu dinilai hanya membebani masyarakat di kalangan akar rumput dengan segala keterbatasan.
Sedang terkait dengan penguasa atau pemilik modal, lanjut dia, para buruh juga menolak sistem kerja "outsourching" yang selalu merugikan pihak pekerja.
"Karena itu, kami meminta agar segera wujudkan perlindungan sosial buruh tanpa syarat," katanya.
Selain itu, pihak pemerintah selaku pengambil kebijakan harus pro pada buruh dan segera menghapuskan kebijakan yang menggunakan regulasi peninggalan zaman kolonialisme dan imperialisme.
Hal senada dikemukakan Humas Gerakan untuk Kemerdekaan Nasional Arham Tawarra di Makassar.
Menurut dia, sistem imprialisme telah memberi jalan bagi perusahan perusahan raksasa asing melakukan ekspansi dan eksplorasi terhadap kandungan alam di bumi indonesia.
"Hal itu diperparah, karena sebagian besar tidak mengindahkan penyelamatan lingkungan dan CSR yang dilakukan hanya sedikit yang menyentuh kelompok sasaran," katanya.
Editor : Agus Setiawan
Pewarta : Suriani Mappong
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
