
Sulsel Alami Deflasi 0,12 Persen

Makassar (ANTARA Sulsel) - Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan Nursam Salam mengatakan, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami deflasi 0,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen 138,84 pada Maret 2013.
"Dari hasil perhitungan kami tentang perkembangan inflasi di Sulsel, ternyata Sulsel tercatat mengalami deflasi," kata Nursam di Makassar, Rabu.
Menurut dia, dari perhitungan BPS menempatkan Sulsel berada pada urutan ke-37 terendah deflasinya secara nasional. Sementara jika dibandingkan deflasi nasional yang tercatat 0,09 persen, maka deflasi Sulsel masih lebih besar.
Sementara dari empat kota di Sulsel yang menjadi sampel yakni Kota Parepare, Makassar, Palopo dan Watampone, lanjut dia, hanya Kota Watampone yang mengalami inflasi yakni 0,09 persen. Sedang ketiga kota lainnya mengalami deflasi.
"Khusus deflasi Kota Makassar pada April 2013 disebabkan turunnya indeks harga pada dua kelompok pengeluaran yaitu bahan makanan sebesar -0,71 persen dan kelompok sandang sebesar -0.85 persen," katanya.
Dia mengatakan, untuk empat kelompok pengeluaran lainnya justeru mengalami inflasi yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,87 persen.
Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar tercatat 0,02 persen, kelompok kesehatan 0,09 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,05 persen.
"Sedang kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks atau stabil," kata Nursam.
Editor : Budi Suyanto
Pewarta : Suriani Mappong
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
