
PDRB Makassar pada 2012 Naik Rp37,23 Juta

Makassar (ANTARA Sulsel) - Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Makassar 2012 naik sekitar Rp37,23 juta dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp27,43 juta saja.
"Dampak ekonomi global yang melanda beberapa daerah tidak terlalu berpengaruh pada Makassar. Buktinya kami mampu menjaga stabilitas ekonomi pada tahun lalu," ujar Wali Kota Makassar, Ilham Arif Sirajuddin, di Makassar, Jumat.
Ia mengatakan, faktor pendorong stabilitas ekonomi di Makassar yakni sistem pelayanan perizinan yang semakin membaik, meski diakui faktor keamanan masih menjadi tugas yang berat bagi pemkot untuk mengkondusifkan aksi demonstrasi yang berujung bentrok.
Bukan cuma itu, perkembangan perekonomian di Kota Makassar sebagai ibu kota provinsi Sulawesi Selatan sangat dipengaruhi oleh stabilitas keamanan dan situasi politik.
Oleh karena itu, pembangunan bidang ekonomi bukan merupakan hal yang berdiri sendiri dan perlu dilihat keterkaitannya dengan situasi politik dan kondisi keamanan dan ketertiban.
Dirinya mengaku indikator makro ekonomi Kota Makassar memperlihatkan perkembangan yang cukup menggembirakan dimana pada tahun 2012 PDRB perkapita meningkat menjadi 37,23 juta.
"Pertumbuhan ekonomi dengan terkendalinya laju inflasi dimana tahun 2012 mencapai 2,70 persen. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi perbaikan atau peningkatan beberapa indikator-indikator makro ekonomi dan juga disebabkan oleh investasi Pemkot Makassar melalui APBD disamping peran suasta juga dalam sektor riil," katanya.
Ilham menyebutkan, investasi dan isntrumen moneter dengan tingkat bunga yang responsif terhadap iklim investasi dimana pada 2012 menghasilkan persetujuan investasi Penananaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp2,61 triliun lebih dan Penananaman Modal Asing (PMA) 29,66 juta dollar AS.
Untuk perkembangan pertumbuhan ekonomi Kota Makassar juga dipengaruhi oleh dunia perbankan dimana jumlah pinjaman pada tahun 2012 sebesar Rp39,54 triliun lebih.
Dari jumlah tersebut, pinjaman modal kerja Rp17,40 triliun lebih, pinjaman investasi sebesar Rp7,34 triliun lebih dan pinjaman konsumsi sebesar Rp14,78 triliun.
Menurutnya, indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk Kota Makassar adalah angka perkapita bruto. Pendapatan perkapita memperlihatkan perkembangan PDRB perkapita yang cukup signifikan.
Editor : Agus Setiawan
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
