
Harga Sembako di Palu Masih Stabil

"Kami baru akan sesuaikan jika memang harga di tingkat distributor dan petani sudah naik," kata Nunung, salah seorang pedagang sembako di Pasar Masomba Palu.
Palu (ANTARA Sulsel) - Harga berbagai jenis kebutuhan pokok masyarakat di Palu, Sulawesi Tengah, hingga kini masih stabil pascakenaikan harga bahan bakar minyak, kecuali harge telur yang naik rata-rata 10 persen.
Kepala Bidang Perdagang Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sulteng, Toni Muhammad di Palu, Senin mengatakan kenaikan harga BBM sampai saat ini belum mempengaruhi harga berbagai jenis kebutuhan masyarakat masih stabil.
Di pasar-pasar tradisional di Kota Palu, katanya, harga beras, gula pasir, tepung terigu, daging, bawang merah, bawang putih, minyak goreng dan sayur-mayur belum mengalami kenaikan.
Harga rata-rata masih bertahan sama seperti yang berlaku sebelum BBM naik.
Harga beras medium masih berkisar Rp7.500,00 sampai Rp8.000,00 per kilogram dan beras kualitas terbaik antara Rp9.000,00-Rp10.000,00 per kilogram.
Begitu pula minyak goreng bimoli tetap Rp14.000,00 per kilogram, gula pasir Rp12.000,00, tepung terigu Rp8.000,00 dan daging sapi Rp75.000,00.
Berikutnya bawang putih Rp20.000,00 per kilogram dan bawang merah Rp30.000,00 per kilogram, kakung Rp1.000 per ikat dan tomat Rp5.000 per kilogram.
Menurut para pedagang stok cukup memadai karena suplai dari distributor maupun petani ke pasar-pasar tradisional yang ada di ibu kota provinsi itu hingga kini berjalan lancar.
Selama belum ada kenaikan di tingkat distributor maupun petani, pedagang enggan menaikan harga.
"Kami baru akan sesuaikan jika memang harga di tingkat distributor dan petani sudah naik," kata Nunung, salah seorang pedagang sembako di Pasar Masomba Palu.
Sementara itu harga telur ayam ras telah naik rata-rata 10 persen dari Rp1.000,00 per butir menjadi Rp1.100,00 per butir namun stok tetap melimpah di pasaran. Rolex Malaha
Pewarta : Anas Masa
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
