
Stok Beras Bulog Maluku 12.983 Ton

"Apalagi sekarang sedang dibongkar di pelabuhan Ternate sebanyak 7.000 ton yang diangkut oleh dua kapal masing - masing 4.000 dan 3.000 ton yang didatangkan dari Sulawesi Selatan (Sulsel)," ujarnya.
Ambon (ANTARA Sulsel) - Stok beras di gudang Bulog Maluku dan Maluku Utara hingga hari ini tercatat sebanyak 12.983 ton cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama empat bulan ke depan.
"Rinciannya untuk gudang Bulog DI Kota Tual sebanyak 513 ton, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara sebanyak 1.027 ton, dan untuk gudang yang ada di Kota Ambon sebanyak 11.443 ton," kata Kabid Penyaluran Divre Perum Bulog Maluku Latif Malawat di Ambon, Senin.
Karena itu masyarakat tidak perlu khawatir sebab stok beras cukup banyak sekarang ini untuk memenuhi permintaan.
"Apalagi sekarang sedang dibongkar di pelabuhan Ternate sebanyak 7.000 ton yang diangkut oleh dua kapal masing - masing 4.000 dan 3.000 ton yang didatangkan dari Sulawesi Selatan (Sulsel)," ujarnya.
Kemudian stok untuk gudang Kota Tual juga masih dalam perjalanan dari Sulsel sebanyak 4.000 ton.
"Jadi kalau pasokan ke Kota Ternate dan Tual sudah berada di gundang pasti jumlah ketahanan stok akan bertambah banyak," katanya.
Yang jelas, lanjutnya, Bulog Maluku selalu memperhatikan kebutuhan beras di dua daerah ini, karena kalau stok berkurang diupayakan lagi untuk membelinya terutama dari Sulsel.
Latif menjelaskan, Provinsi Maluku Utara hingga kini masih masuk dalam wilayah Divre Maluku, karena itu di Kota Ternate ada Sub Bulog, belum berdiri sendiri.
"Karena itu Divre Maluku tetap membeli beras untuk kebutuhan dua daerah itu," katanya.
Ia menambahkan, stok beras yang ada di gudang Bulog Ambon, Tual maupun Ternate, selama ini dipergunakan untuk menyuplai kebutuhan raskin, operasi pasar, rawan pangan, serta bencana alam.
"Namun kami juga tetap melaksanakan operasi pasar murah dengan melibatkan beberapa orang pedagang di lokasi pasar Mardika dan Batu merah dengan harga Rp7.250/kg," ujarnya. Budi Suyanto
Pewarta : Shariva Alaidrus
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
