Logo Header Antaranews Makassar

Polda latih Kasatlantas se-Sulsel tingkatkan "turjawali" jelang Pemilu 2024

Jumat, 11 Agustus 2023 21:56 WIB
Image Print
Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol I Made Agus Prasatya saat memberikan pengarahan pada kegiatan pelatihan turjawali yang diikuti para Kasatlantas dan Kanit Turjawali Lantas dari 24 Polres kabupaten dan kota se-Sulsel, di Makassar, Jumat (11/8/2023). ANTARA/HO-Ditlantas Polda Sulsel

Makassar (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) memberikan pelatihan kepada jajaran satuan lalu lintas (Satlantas) kepolisian resor (Polres) di 24 kabupaten dan kota dalam provinsi itu untuk meningkatkan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli (turjawali) menjelang Pemilu 2024.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulsel Kombes Pol. I Made Agus Prasatya di Makassar, Jumat, mengatakan pelatihan itu diberikan kepada para kepala Satlantas (Kasatlantas) dan kepala unit (Kanit) Turjawali Lantas Polres di daerah itu agar pelaksanaan Pemilu 2024 berjalan lancar dan sukses.

"Pelaksanaan pelatihan ini dilakukan, selain persiapan pengamanan pemilu serentak pada 2024, juga sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan serta kesiapsiagaan personel dalam menghadapi perkembangan ke depan," ujarnya.

"Selain kesigapan menjelang pemilu serentak 2024, pelatihan ini juga sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian terhadap masyarakat," ujarnya.

Dirlantas dalam arahannya juga menekankan kepada para Kasatlantas jajarannya agar terus dilakukan sosialisasi mengenai sistem uji praktik SIM (surat izin mengemudi) yang baru, khususnya penghapusan ujian praktik lintasan angka 8 dan zigzag

Ia juga menegaskan bahwa ujian praktik pengadaan SIM tidak memungut biaya, selain yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 76 Tahun 2020 tentang jenis tarif penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berlaku pada Polri.

"Dan yang tak kalah penting lainnya adalah melaksanakan pelatihan terhadap pemohon uji SIM yang tidak lulus," ujarnya.

Agus menekankan kepada personel Satlantas tersebut untuk terus berusaha dan berupaya meningkatkan keterampilan, kemampuan dan profesionalisme dan tidak bersikap berlebihan.

"Hindari hedonisme atau gaya hidup yang berlebih dan flexing, pamer berlebihan. Tetaplah berpola hidup yang sederhana," ujarnya.

Dia berharap jajaran Satlantas dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) agar selalu berupaya menciptakan ketertiban berkendara yang aman dan nyaman.

"Untuk itu, tugas pengaturan, baik pagi maupun sore hari harus rutin dilakukan. Selain itu, blue light patrol, yakni kegiatan patroli rutin pada malam hari harus ditingkatkan," ujarnya.

Ia minta jajaran polisi lalu lintas juga harus selalu siap hadiri di tengah masyarakat, di antaranya kegiatan pengawalan rombongan iring-iringan jenazah untuk kepentingan dan pelayanan kepada masyarakat.

Dirlantas juga menegaskan bahwa dalam mengatur dan menertibkan lalu lintas, prosedur penegakan hukum harus menjadi prioritas utama, dan penegakan hukum berlalu lintas harus memenuhi rasa keadilan dan harapan masyarakat.

"Dalam melakukan penilangan, tilang konvensional perlu dilakukan dengan pendekatan tematik, serta ada pengawas dari perwira, pembayaran langsung ke bank atau sidang pengadilan," ujarnya.

Dia menyebut tilang elektronik atau ETLE (electronic traffic law enforcement) dilakukan melalui sarana kamera statis, mobile on board dan mobile handheld.

"Dalam menangani kecelakaan lalu lintas, penyidik dalam mencari serta mengumpulkan bukti harus mampu membuat terang kecelakaan lalu lintas untuk menemukan tersangka. Di sini diperlukan penyidikan lakalantas yang transparan dan akuntabel," ucapnya.



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026