Logo Header Antaranews Makassar

Badan Koordinasi HMI Sulselbar Usung Resolusi Organisasi

Minggu, 24 November 2013 22:12 WIB
Image Print
Ketua Umum Badko HMI Sulselbar Pahmuddin Colik memberikan sambutan usai di Lantik di Makassar, Minggu (24/11) (ANTARA FOTO/Darwin Fatir/13)
"Dipandang perlu melakukan resolusi, sebab eksistensi mahasiswa harus dipertajam dan diperkuat dalam mengawal proses demokrasi," kata Ketua Badko HMI Sulselbar Pahmuddin Colik usai dilantik di Makassar, Minggu malam.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sulawesi Selatan dan Barat mulai merapatkan barisan dengan mengusung resolusi organisasi yang bertujuan mengembalikan eksistensi mahasiswa sebagai agen perubahan untuk mewujudkan proses demokrasi sebenarnya.

"Dipandang perlu melakukan resolusi, sebab eksistensi mahasiswa harus dipertajam dan diperkuat dalam mengawal proses demokrasi," kata Ketua Badko HMI Sulselbar Pahmuddin Colik usai dilantik di Makassar, Minggu malam.

Menurutnya, selain pengawalan demokrasi, HMI juga akan terus mendorong penyelesaian kasus pemukulan mahasiswa oleh pihak kepolisian pasca aksi demonstrasi di kantor PLN Sulselbatra belum lama ini yang mengakibatkan sejumlah mahasiswa luka-luka.

"Insiden itu akan tetap kami kawal, aksi jalanan akan menjadi ujung tombak kami untuk memperjuangkan hak-hak dan kepentingan rakyat dan persoalan lainnya tentunya dengan etika dan aturan yang ada," tegasnya.

Selain itu, dirinya juga menyoroti kinerja Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel yang terkesan mulai keluar jalur dari posisinya sebagai lembaga keterwakilan lembaga kemahasiswaan dan kepemudaan.

Bahkan sorotan tajam ditujukan kepada pihak kepolisian dalam menghadapi aksi demostrasi yang berujung bentrokan. Padahal kejadian bentrokan dapat terhindarkan apabila polisi tidak reaktif dalam menangani aksi mahasiswa.

"KNPI diketahui adalah organisasi `plat merah` yang sudah tidak lagi relevansi dengan gerakan-gerakan kepemudaaan dan diduga beralih ke arah politis. Untuk itu HMI akan melakukan resolusi dengan mengevaluasi eksistensi selama dua tahun terakhir bersinergi di KNPI.

"Badko HMI juga mendesak kepolisian untuk menuntaskan kasus pemukulan serta mengharapkan aparat kepolisian tidak membuat jalan buruk buat kami agar tidak terjadi gesekan yang berujung pada bentrokan. Polisi itu adalah petugas pengayom masyarakat dan kami tidak ingin persoalan diselesaikan di meja diskusi tetapi relasiasi penanganan kasus," tandasnya.

Sedangkan mantan Ketua Badko HMI Sulselbar Surahman A Batara berpendapat lain dan meminta kader HMI tidak lagi terlibat tawuran antar sesama mahasiswa. Sehingga pencitraan mahasiswa akan lebih baik, hal itu menyusul banyaknya pemberitaan terkait tawuran dan bentrokan baik antar mahasiswa maupun pihak kepolisian.

"Saya berharap dengan kepemimpinan Ketua Badko HMI Sulselbar yang baru tidak ada lagi mahasiwa babak belur dipukuli polisi, apalagi mengunakan peci HMI. Dalam setiap aksi pasti ada kader HMI didalamnya, jadi kalau aksi yang tidak relevan tidak perlu mengunakan peci apalagi membawa atribut yang berlebihan," harapnya. Agus Setiawan



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026