
NTP Sulsel Naik 0,26 Persen

Makassar (ANTARA Sulsel) - Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sulawesi Selatan bulan Mei 2009 sebesar 99,07 persen atau naik 0,26 persen dibanding bulan April 2009 sebesar 98,81 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Bambang Suprijanto, di Makassar, Rabu, mengatakan, kenaikan NTP disebabkan kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih tinggi dibanding dengan kenaikan indeks harga komsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian.
"Kenaikan NTP disebabkan kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih tinggi dibanding kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikomsumsi oleh rumah tangga maupun keperluan produksi pertanian," katanya.
NTP mencakup lima subsektor masing-masing subsektor padi dan palawija 93,27 persen, hortikultura 95,51 persen, tanaman perkebunan rakyat 106,08 persen, peternakan 06,92 persen dan perikanan 111,55 persen.
Dari kelima subsektor NTP yang mengalami kenaikan subsektor hortikultura 0,44 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,55 persen dan perikanan 1,19 persen sedang subsektor tanaman pangan turun -0,23 persen dan subsektor peternakan tidak mengalami perubahan.
Indeks harga yang diterima petani dari kelima subsektor menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani.
Indeks harga yang diterima petani pada Mei 2009 pada seluruh subsektor sebesar 0,27 persen untuk Sulsel dibanding April 2009 yaitu dari 120,63 menjadi 120,95.
Menurut dia, naiknya NTP di Sulsel karena pada bulan Mei 2009 terjadi deflasi di daerah pedesaan sebesar -0,04 persen akibat penurunan indeks harga pada kelompok bahan makanan.
"Dibanding dengan beberapa provinsi di Pulau Sulawesi, NTP Sulsel relatif lebih baik dari Sulawesi Tengah," ujar Bambang.
(T.PSO-099/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
