
Petani Tidak Mampu Manfaatkan Maksimal Sawah Mateng

"Petani belum mampu memanfaatkan maksimal lahan pertaniannya di Desa Benggaulu karena tidak didukung sarana irigasi," kata salah seorang petani Saihu di Mamuju, Minggu.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Sawah petani yang ada di Desa Benggaulu, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Provinsi Sulawesi Barat, tidak mampu dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan daya dukung sarana irigasi.
"Petani belum mampu memanfaatkan maksimal lahan pertaniannya di Desa Benggaulu karena tidak didukung sarana irigasi," kata salah seorang petani Saihu di Mamuju, Minggu.
Ia mengatakan, petani hanya mampu memanfaatkan lahan pertanian sebanyak satu kali panen, karena tidak adanya sarana irigasi.
"Pemerintah sudah beberapa kali menjanjikan akan membangun sarana irigasi, namun tidak pernah ditepati, makanya kami meminta pemerintah di Mateng segera membangun sarana irigasi yang dibutuhk," katanya.
Menurut dia, petani selama ini hanya mengandalkan sawah tadah hujan, dan itu tidak maksimal, karena produktivitas sawah petani rendah.
Ia mengatakan, karena tidak maksimalnya lahan sawah petani tersebut, maka petani mengembangkan tanaman jangka pendek, seperti jagung dan palawija, agar dapat meningkatkan kesejahteraannya.
"Kalau kami hanya mengandalkan sawah yang tidak berproduksi dengan baik, karena tidak didukung pengairan akibat tidak adanya sarana irigasi, maka masyarakat akan kesulitan, makanya petani mengandalkan tanaman jangka pendek untuk meningkatkan pendapatannya," katanya.
Ia berharap agar pemerintah segera membantu petani dengan membangun sarana irigasi yang dibutuhkan itu agar sawah petani berproduksi baik dan meningkatkan kesejahteraannya. FC Kuen
Pewarta : Oleh M Faisal Hanapi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
