
Sulsel Tidak Pasang Target di PON Remaja

"Apalagi ajang multieven remaja juga jarang dilaksanakan. Intinya apa yang kami lakukan bukan karena pesimistis dengan pembinaan atau kualitas atlet muda Sulsel," katanya.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan, tidak memasang target khusus pada pelaksaaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja pertama kali di Jawa Timur, November 2014.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel Nukhrawi Nawir, di Makassar, Minggu, mengatakan, ada beberapa hal yang mendasari keputusan itu seperti ajang ini merupakan penyelengaraan pertama.
Kedua karena tidak memiliki referensi kuat terhadap potensi atlet muda di daerah lain.
Selain itu, cabang yang dipertandingkan pada PON remaja 2014 juga fokus olahraga olimpik kecuali pencak silat. Akibatnya KONI Sulsel juga bisa dikatakan masih buta dengan kekuatan lawan sehingga sulit memprediksi.
"Apalagi ajang multieven remaja juga jarang dilaksanakan. Intinya apa yang kami lakukan bukan karena pesimistis dengan pembinaan atau kualitas atlet muda Sulsel," katanya.
Mantan Sekum KONI Sulsel itu menjelaskan, proses regenerasi atlet Sulsel sudah berjalan cukup maksimal. Bahkan beberapa atlet junior telah membuktikannya dengan meraih prestasi di sejumlah kejuaraan yang diikuti.
Pengprov cabang olahraga Sulsel yang selama ini tetap eksis dalam pembinaan, lanjut dia, juga memiliki banyak atlet yang layak memperkuat Sulsel ditingkat nasional seperti karate, pencak silat, taekwondo, judo, atletik, renang, senam, termasuk dayung.
Untuk menjaga peluang Sulsel, pihaknya mengaku siap mengakomodasi atlet junior dalam program pembinaan "Sulsel Maju II" yang diproyeksikan menghadapi PON XIX Jabar 2016.
"Namun karena kesempatan tampil di ajang multieven tidak sesering atlet senior sehingga masih sulit memprediksi. Kami juga melihat peluang Sulsel meraih hasil maksimal masih sama besar dengan tim lainnya," jelasnya.
Sekretaris Umum KONI Sulsel, Addien, menyatakan jika pihaknya hingga kini masih menunggu petunjuk teknik pelaksanaan PON Remaja 2014.
Pihaknya, menurut dia, belum mengetahui proses administrasinya apakah mendaftar secara online atau bagaimana. Kondisi itu membuat Sulsel belum bisa menentukan berapa jumah atlet yang akan diturunkan karena jumlah nomor pertandingan setiap cabang olahraga juga belum diputuskan.
Bahkan KONI Sulsel juga belum memahami apakah akan dilaksanakan babak kualifikasi atau pra PON seperti halnya dengan PON atau tidak.
"Kita masih menunggu. Namun kemungkinan babak kualifikasi tidak akan dilakukan karena waktunya yang cukup sempit. Kami juga telah meminta pengprov cabang olahraga untuk mempersiapkan atlet terbaiknya menghadapi PON Remaja 2014," ujarnya. FC Kuen
Pewarta : Oleh Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
