Logo Header Antaranews Makassar

PEMKAB MIMIKA AKAN BERIKAN UANG MAKAN GURU

Sabtu, 22 November 2008 08:56 WIB
Image Print

Timika, Papua, 22/11 (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua berencana memberikan uang makan kepada guru di wilayah setempat.

"Menyangkut tuntutan agar guru mendapat uang makan pada 2007, Pemerintah Daerah akan menghitung kembali," kata Penjabat Bupati Mimika Athanasius Allo Rafra SH, Sabtu.

Ia menjelaskan pemberian uang makan kepada guru di Mimika merupakan sebuah keharusan mengingat tugas dan tanggung jawab mereka yang berat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Namun demikian, ia meminta para guru untuk tidak hanya menuntut hak tapi juga memenuhi kewajiban mereka dengan baik.

Ia menyatakan prihatin dengan kinerja para guru di kampung pedalaman dan pesisir di mana kegiatan belajar mengajar di beberapa sekolah tidak berlangsung lancar karena banyak guru tinggal di kota.

"Setiap tahun ada ratusan guru yang diangkat menjadi PNS, meski begitu selalu ada laporan dari masyarakat bahwa guru yang ditempatkan di pedalaman tidak berangkat ke tempat tugas," katanya.

Menurut dia, banyak sekolah dasar di Distrik Jita saat ini tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara maksimal karena sebagian guru tidak menjalankan tugas mereka.

Akibatnya anak-anak usia sekolah setempat tidak mendapat pembelajaran yang efektif. Para guru biasanya baru mengajar secara rutin menjelang Ujian Nasional (UN), bahkan bukan rahasia lagi bahan ujian siswa dikerjakan oleh para guru.

"Karena itu tidak heran jika ada ssiwa yang masuk SMP tetapi belum bisa membaca, menulis dan berhitung. Kalau masalah ini tidak segera diatasi, bagaimana nasib SDM daerah ini ke depan," kata Bupati Rafra yang akan mengakhiri tugasnya sebagai Penjabat Bupati Mimika pada 3 Desember.

Kendati setiap tahun Pemkab Mimika terus membangun sekolah baru, tetapi tanpa didukung dengan kesadaran para guru untuk melaksanakan tugas dengan baik, semua kebijakan itu akan sia-sia belaka.

Ia mencontohkan kasus di SMA Negeri 3 di Kokonao, ibukota Distrik Mimika Barat, di mana para guru di sekolah itu tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik sehingga pada UN 2008 tidak satupun siswa yang lulus.

"Ini memalukan dan menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan di Mimika,?" kata Bupati Rafra.

Keprihatinan serupa dikemukakan Ketua DPRD Mimika, Drs Yosep Yopi Kilangin. "Saya prihatin melihat sekolah di Mimika karena tidak ada guru, karena tidak ada guru yang betah tinggal di kampung, demikian juga dengan puskesmas.

Pemkab Mimika pada APBD 2007 dan 2008 mengalokasikan anggaran ratusan miliar untuk pembangunan bidang pendidikan di wilayah ini. Selain memberikan bantuan langsung ke sekolah-sekolah mulai dari tingkat TK-SMA melalui bantuan operasional sekolah (BOS), guru di Mimika juga mendapat insentif yang dicairkan setiap enam bulan.

Besarnya dana insentif disesuikan dengan medan kerja para guru yakni untuk wilayah yang sangat terpencil sebesar Rp1 juta per bulan, terpencil Rp750 ribu per bulan, dekat kota Rp500 ribu per bulan dan dalam kota Rp300 ribu per bulan.***4***
(PK-VS/JPR1)

(T.PK-VS/C/N002/N002) 22-11-2008 08:23:15