
Walikota Makassar Pantau UN dari Luar Ruangan

"Kita menghargai batas waktu anak-anak dan kita tidak ingin menyita waktunya, makanya saya hanya memantau dari luar sambil berdoa dan berharap agar UN kali ini jauh lebih baik dari sebelumnya," katanya.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin melakukan pemantauan ujian nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dimulai secara serentak, dimana dia hanya mampu memantaunya dari luar ruangan kelas.
"Kami sangat berharap semua siswa-siswi yang mengikuti UN ini bisa melaluinya dengan baik dan lancar dan tentu saja kami berharap semua bisa lulus karena saya tahu anak-anak semua sudah mempersiapkannya dengan mengikuti sejumlah pelatihan-pelatihan atau try out," ujarnya di Makassar, Senin.
Wali kota bersama rombongan diantaranya Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Mahmud BM memulainya dengan mengunjungi SMP Negeri 5 Makassar tepat pada pukul 08.00 WITA.
Pada pemantauan itu, Ilham tidak bisa bertatap muka langsung dan memberikan pesan-pesan serta dorongan motivasi kepada setiap siswa-siswi yang mengikuti UN karena dirinya hanya memantau saja dari luar ruangan.
"Kita menghargai batas waktu anak-anak dan kita tidak ingin menyita waktunya, makanya saya hanya memantau dari luar sambil berdoa dan berharap agar UN kali ini jauh lebih baik dari sebelumnya," katanya.
Diketahui jumlah siswa SMP di Kota Makassar yang mengikuti UN sebanyak 21.809 peserta, dengan target kelulusan diatas 99 persen. Dari pantauan, tidak dtemukan kendala berarti terkait proses pelaksanaan ujian.
Meski dalam kunjungan Wali Kota Makassar dua periode itu di SMP Negeri 5 Makassar, ditemukan adanya sedikit masalah yakni ditemukannya satu lembar soal yang tidak bersampul.
"Tidak ada kendala berarti, semua berjalan lancar. Hanya saja, memang ada satu soal yang tidak punya sampul tapi itu tidak jadi masalah serius karena soalnya ada dan lengkap," tuturnya.
Ilham yang hanya memantau jalannya UN dari luar ruang kelas, dan sesekali berdiri di pintu ruang masuk sambil berkomunikasi dengan pengawas ujian, terkait kelengkapan ujian. Ilham tampak tidak ingin mengganggu konsentrasi peserta dalam menjawab soal.
Setelah melihat dan meninjau langsung di SMP Negeri 5, Ilham kemudian bertolak ke SMP Kartika dan SMP Negeri 29, pihak sekolah mengaku tidak mengalami kendala pelaksaan proses ujian.
Terkait antisipasi Pemkot terhadap pawai yang marak dilakukan siswa usai mengikuti pelaksaan UN hari terakhir, dia mengaku, telah menghibau kepada seluruh sekolah untuk tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk tidak mengikuti pawai.
"Sudah kita himbau kepada sekolah untuk mengantisipasi agar siswa tidak melakukan pawai karena tidak ada manfaatnya itu pawai. Hasil kelulusan juga belum diketahui," terangnya.
Menurutnya, Selain peran dari pihak sekolah, dibutuhkan pengawasan orang tua dalam mengantisipasi dan memberikan pemahaman kepada anak agar tidak pawai.
"Banyak hal negatif yang timbul akibat pawai, selain itu belum ada jaminan kelulusan bagi mereka. Makanya, lebih baik anak-anak pulang dan berdoa supaya bisa tenang," tuturnya.
Hal serupa juga dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan, Mahmud BM, mengatakan, beberapa sekolah telah melakukan antisipasi dengan menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler di hari terkahir UN. Agus Setiawan
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
