Logo Header Antaranews Makassar

Harga Bawang-Cabai Mamuju Melonjak Jelang Ramadhan

Jumat, 20 Juni 2014 22:53 WIB
Image Print
"Harga sembako yang dijual pedagang naik tajam terjadi setiap momen Ramadhan dan Lebaran. Kita berharap, pemerintah melakukan langkah antisipasi untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok ini," jelasnya.

Mamuju (ANTARA Sulbar) - Harga komoditi bawang merah dan cabai merah di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, melonjak tajam jelang datangnya bulan Suci Ramadhan 1435 Hijriah.

"Jelang datangnya awal puasa, harga bahan pokok di Mamuju mengalami kenaikan. Kenaikan tertinggi adalah bawang merah dan cabai merah yang mencapai lebih dari 80 persen menjadi Rp 40 ribu per kilogram (kg) dari harga sebelumnya hanya Rp25 ribu per kg," kata Wahida pengelola kantin yang beroperasi di kantor gubernur, Jum`at.

Menurut dia, hampir semua kebutuhan pokok mengalami lonjakan harga, akan tetapi harga bawang merah dan cabai merah yang paling meroket.

"Harga sembako yang dijual pedagang naik tajam terjadi setiap momen Ramadhan dan Lebaran. Kita berharap, pemerintah melakukan langkah antisipasi untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok ini," jelasnya.

Sementara itu, Badriah salah seorang pedagang di pasar tradisional Mamuju mengakui jika harga kebutuhan pokok naik drastis semenjak sepakan terakhir.

"Kami terpaksa menjual dengan harga mahal karena bila dijual murah maka pedagang pasti merugi," ungkapnya.

Dia mengatakan, jauh sebelumnya telah memprediksi akan terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok jelang datangnya Ramadhan.

Kemungkinan besar kata Badrah, harga kebutuhan pokok ini akan mengalami pergerakan hingga menjelang hari Lebaran.

"Permintaan masyarakat semakin tinggi setiap momen Ramadhan hingga Lebaran, sementara pasokan yang kita dapatkan juga terbatas sehingga menjadi pemicu naiknya harga kebutuhan pokok," jelasnya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan UKM Asir T Mangopo di Mamuju,menyampaikan, telah melakukan langkah antisipasi dengan membentuk tim pengendali harga agar tidak mengalami kenaikan signifikan serta mengurangi beban ekonomi masyarakat.

"Tim itu sudah bekerja mengendalikan harga, dengan melakukan operasi pasar diseluruh Kabupaten di Sulbar," katanya.

Ia berharap langkah itu berhasil sehingga masyarakat tidak merasa terbebani dalam menghadapi bulan Ramadhan memenuhi kebutuhan pokoknya. Adi Lazuardi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026