
Pembebasan Lahan Underpass Makassar Dirampungkan 2014

"Kita juga tidak ingin proyek ini terbengkalai dan secepatnya kami ingin menuntaskan salah satu permasalahan yang terjadi di simpang lima Mandai itu. Makanya, kita meminta bantuan Pemkot Makassar agar bisa difasilitasi dengan para pemilik lahan," uja
Makassar (ANTARA Sulsel) - Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) segera merampungkan pembebasan lahan mega proyek underpass simpang lima Mandai, Kota Makassar yang ditarget September 2014.
Kepastian rampungnya pembebasan itu disampaikan langsung Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan BBJN VI Makassar, Rahman Djamin saat melakukan pertemuan dengan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto di Makassar, Kamis.
"Kita juga tidak ingin proyek ini terbengkalai dan secepatnya kami ingin menuntaskan salah satu permasalahan yang terjadi di simpang lima Mandai itu. Makanya, kita meminta bantuan Pemkot Makassar agar bisa difasilitasi dengan para pemilik lahan," ujarnya.
Ia mengatakan, rapat koordinasi di Balai Kota Makassar dengan wali kota itu untuk membahas pembebasan lahan yang ditarget bisa rampung September 2014, sebelum konstruksi dilakukan diawal tahun 2015.
"Underpass Mandai itu masih proses penyelesaian pembebasan lahan. Atas dasar itulah kami melakukan pertemuan dengan Pemkot Makassar agar difasilitasi," katanya.
Disebutkannya, pada tahun anggaran 2014 ini, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBJN sudah menyediakan dana pembebasan lahan dan dana konstruksi.
Dia mengakui, dana yang disiapkan tidak cukup banyak, tetapi bisa digunakan untuk proses pembebasan lahan itu dimana Kementerian PU telah menganggarkannya sebesar Rp10,8 miliar.
"Memang kalau melihat dokumen keuangan yang kita miliki untuk pembebasan lahan yang tersedia dalam IPA baru itu hanya Rp10,8 miliar. Sementara kebetuhan kita ditaksir Rp70 sampai Rp80 miliar. Karena bukan hanya lahan saja, tetapi objek diatas lahan seperti pagar, tanaman, bangunan akan dibebesakan," tuturnya.
Namun meskipun dengan dana yang minim itu, dirinya optimistis dengan adanya bantuan Pemkot Makassar dalam hal memfasilitasi dan pembebesan lahan itu akan rampung.
Setelah dinyatakan rampung, barulah pihak BBJN akan langsung melakukan konstruksi pada tahun 2015. Kementerian Pekerjaan Umum akan memulai pembangunan fisik terowongan underpass Simpang Mandai Kota Makassar dengan menganggarkannya Rp150 miliar pada awal tahun depan.
"Underpass itu ditujukan untuk mengatasi kemacetan di persimpangan tersebut, mengingat lalu lintas yang kian tinggi dan merupakan akses menuju dan dari bandara," jelasnya.
Pembebasan tanah ini, lanjut dia, mengacu pada Peraturan Presiden omor 71 Tahun 2012 dengan kebutuhan lahan seluas 1,97 hektare yang selanjutnya dimulai pada tahap appraisal, lalu lelang konstruksi dan diharapkan pekerjaan fisik bisa dilaksanakan di awal 2015.
Bukan cuma itu, desain underpass itu juga terus difinalisasi yang direncanakan akan memiliki panjang 1.050 meter dengan panjang underpass 120 meter dan lebar 2x9 meter.
Sementara Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengatakan pemkot akan memfasilitasi pembebasan lahannya karena sudah menjadi tanggungjawab pemerintah.
"Jadi tahun ini diusahakan menyelesaikan sisa pembebasan lahan, makanya tadi kami berkoordinasi. Selama ini memang ada kurang mecing nya koordinasi. Disini pemkot memfasilitasi pembebasan lahan, dan uangnya mereka (BBJN)," ucap konsultan tata ruang nasional itu. Agus Setiawan
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
