Logo Header Antaranews Makassar

BKPD Sulsel Siapkan Dua Ton Beras Murah

Kamis, 17 Juli 2014 14:49 WIB
Image Print
Beras murah (ANTARA FOTO/Siswowidodo)
"Ada dua ton beras yang kami persiapkan khusus untuk pelaksanaan Pasar Murah Ramadhan di Pelabuhan Paotere ini," kata Kabid Distribusi Pangan BKPD Sulsel Haeriyati Haeruddin di Makassar, Kamis.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD) Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan stok dua ton beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam Pasar Murah Ramadhan.

"Ada dua ton beras yang kami persiapkan khusus untuk pelaksanaan Pasar Murah Ramadhan di Pelabuhan Paotere ini," kata Kabid Distribusi Pangan BKPD Sulsel Haeriyati Haeruddin di Makassar, Kamis.

Menurut Haeriyati, beras yang dijual merupakan jenis beras Kepala Spesial, dengan harga lebih rendah dari harga normal.

"Kami jual kemasan 10 kg dan lima kg, untuk kemasan sepuluh kilogram, harganya Rp65 ribu, padahal harga normalnya di pasaran sekitar Rp80 ribu," kata Haeriyati.

Animo masyarakat untuk membeli cukup besar, hal ini terlihat dari antrian pengunjung di sekitar stand BKPD Sulsel. Haeriyati mengungkapkan hal serupa masih akan dilakukan di lokasi lain.

"Selain di sini, kami juga akan melakukan hal yang serupa pada hari Senin (21/7) di Pasar Kerung-Kerung, untuk itu kami akan menyiapkan dua ton beras lagi," jelas Haeriyati.

Selain BKPD, distributor lain yang turut meramaikan Pasar Murah Ramadhan ini Japfa yang menjual ayam potong dan produk olahannya seperti nugget, dan sosis.

"Untuk sosis ini misalnya, kalau harga normalnya lebih dari empat puluh ribu tapi di sini kami jual seharga dua puluh delapan ribu rupiah," tutur salah seorang staf Japfa, Hardiyanto.

Di pasar ini juga dijual telur, minyak tanah, dan produk susu kental manis dengan harga miring.

Salah seorang pengunjung pasar murah, Husni menyayangkan singkatnya waktu pelaksanaan pasar murah ini.

"Sayang cuma sehari, kami harap pasar murah ini diadakan lebih sering, untuk membantu guna mengurangi biaya belanja rumah tangga," ujar Husni. Farochah



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026