Logo Header Antaranews Makassar

Walikota Target Pemasangan CCTV Makassar 2015

Rabu, 3 September 2014 20:14 WIB
Image Print
Ilustrasi CCTV (Istimewa)
"Sebenarnya kita mau pasang tahun ini, tetapi tidak mungkin itu dilakukan karena tidak ada anggarannya. Alokasi APBD-P juga tidak memungkinkan, jadi kita target tahun depan sudah bisa terpasang," ujarnya di Makassar, Rabu.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto menyatakan baru akan memasang kamera pengintai (CCTV) pada tahun anggaran 2015 karena untuk pengadaannya sudah tidak mungkin dilakukan pada alokasi APBD-Perubahan.

"Sebenarnya kita mau pasang tahun ini, tetapi tidak mungkin itu dilakukan karena tidak ada anggarannya. Alokasi APBD-P juga tidak memungkinkan, jadi kita target tahun depan sudah bisa terpasang," ujarnya di Makassar, Rabu.

Ia mengatakan, pemasangan kamera pengintai atau closed circuit television (CCTV) itu dilakukan untuk memantau setiap perkembangan yang terjadi di jalan raya serta mengintegrasikannya dengan semua perangkat "Smart City".

Tingginya kejahatan jalanan yang disebabkan oleh ulah geng motor menjadi salah satu alasan untuk segera melakukan pemasangan kamera pengintai itu karena geng motor tersebut sudah meresahkan masyarakat.

"Saya mulai resah dengan aksi geng motor di kota ini yang sudah brutal dengan menyerang beberapa tempat vital dan warga sehingga harus memang dipasang itu kamera CCTV," katanya.

Ia mengatakan, kebrutalan para anak di bawah umur yang menyebut diri sebagai geng motor itu bertindak melampaui batas kewajarannya sehingga pihaknya berjanji akan memasang kamera pengintai (CCTV) di setiap lorong yang ada.

Dia menyebutkan, kemampuan kamera pengintai ini juga bisa diperbesar langsung atau zoom dengan ketajaman 20 hingga 30 centimeter sehingga mampu memonitor setiap peristiwa yang mencurigakan.

"Menciptakan keamanan di Makassar ini merupakan perioritas utama kita. Soal keamanan, kita harus punya CCTV kota dan itu tidak bisa ditawar lagi. Secepatnya, CCTV ini akan mulai dipasang disetiap sudut lorong," katanya.

Untuk mendukung hal ini, Danny sapaan akrab wali kota menyebutkan akan melakukan pengadaan CCTV yang lebih banyak dan akan langsung diusulkan pada APBD Pokok 2015 mendatang.

Menurutnya, hal yang menjadi kekurangan terbesar di kota ini adalah kurangnya monitoring sehingga untuk menciptakan jaminan keamanan masyarakat kota ini sudah selayaknya dilengkapi dengan jaringan CCTV yang terintegrasi dan dikontrol Pemerintah Kota.

Danny juga akan segera melakukan revitalisasi lorong karena baginya berbagai aksi brutal anak muda yang mengarah pada aksi geng motor dan tawuran antarpemuda ini merupakan persoalan lingkungan. Selain itu, Danny mengatakan bahwa koordinasi pemerintah, masyarakat dengan TNI dan Polri harus terjamin.

"Saya juga telah mengintruksikan Kesbang untuk segera mengaktifkan Kominda (komunitas intelejen daerah). Kita punya teman-teman dari Kodim, Marinir, Polri dan jika memungkinkan kita juga akan ajak Kostrad untuk bergabung kalau bisa karena kita betul-betul akan menjaga kota ini," ucapnya.

Terkait tawuran, Danny mengundang tokoh-tokoh masyarakat dan mengidentifikasi pihak yang bertikai untuk dimediasi besok di Rumah Jabatan Anging Mammiri. FC Kuen



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026