Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendukung penuh sekaligus mendorong implementasi ijazah digital untuk perguruan tinggi.
"Memang perlu kita dorong ijazah elektronik ini, memang perlu kita masifkan," kata Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Andi Iqbal Najamuddin pada acara sosialisasi penerapan ijazah digital bagi perguruan tinggi yang digelar Pemprov bersama Privy di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Senin.
Dalam sesi presentasi, kata Iqbal, tim dari Privy menjelaskan berbagai aspek terkait layanan mereka, termasuk efisiensi dalam penatausahaan dokumen akademik yang sesuai dengan Permendikbudristek Nomor: 50 Tahun 2024.
Selain itu, juga dipaparkan solusi Tanda Tangan Elektronik (TTE) tersertifikasi yang dapat membantu mencegah pemalsuan dokumen dengan prinsip kehati-hatian, akurasi, dan legalitas.
Penerapan tanda tangan elektronik juga menawarkan sejumlah keunggulan. Seperti peningkatan produktivitas, pengurangan risiko pemalsuan dokumen, keamanan tinggi dengan keabsahan hukum, dukungan terhadap digitalisasi, serta manfaat ramah lingkungan dan efisiensi biaya operasional.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh perguruan tinggi di Sulsel dapat mengadopsi sistem ijazah digital guna meningkatkan efektivitas dan keamanan dokumen akademik serta mendukung transformasi digital di dunia pendidikan.
Sementara itu, CEO Privy, Marshall Pribadi menyampaikan, penerapan autentifikasi dokumen digital menjadi langkah penting dalam dunia pendidikan.
"Suatu kebahagiaan dan kehormatan bagi kami dapat berbagi informasi mengenai autentifikasi dokumen digital," ujarnya.
Marshall Pribadi menjelaskan, Privy merupakan perusahaan penyedia layanan terpercaya digital yang telah tersertifikasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Sejak didirikan pada tahun 2016 dan telah mendapatkan kepercayaan luas di berbagai sektor, termasuk perbankan.