Logo Header Antaranews Makassar

Pemprov Sulbar-Batan Kerja Sama Teliti Uranium

Rabu, 29 Oktober 2014 22:01 WIB
Image Print
"Yang kita perlu tahu dulu keberadaannya dan besar kandungannya ketika ada, jangan sampai ketika dikelola ternyata kandungannya kecil dan hanya akan menghabiskan anggaran besar.

Mamuju (ANTARA Sulbar) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menjalin kerja sama untuk melakukan penelitian kandungan uranium yang ada di wilayah Kabupaten Mamuju.

Kerja sama yang dilakukan antara Pemprov Sulbar dan Batan ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman antara Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh dan Kepala BATAN Prof Dr Djarot Sulistio Wisnubroto di Hotel Maleo Mamuju, Rabu.

Penandatangan kerja sama itu dihadiri sejumlah pejabat satuan kerja perangkat daerah pemerintah di Provinsi Sulbar.

Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh mengatakan, kerja sama yang dilakukan untuk meneliti keberadaan uranium di Mamuju untuk mengetahui kandungannya dan besar potensinya, maupun dampak yang ditimbulkan serta bagaimana mengelolanya kedepan.

"Yang kita perlu tahu dulu keberadaannya dan besar kandungannya ketika ada, jangan sampai ketika dikelola ternyata kandungannya kecil dan hanya akan menghabiskan anggaran besar.

Ia mengatakan, Sulbar merasa bangga dengan potensi kekayaan alamnya, dan disatu sisi ada kekhawatiran masyarakat dampaknya meski uranium tidak berbahaya.

"Tidak ada dampak ditimbulkan dari uranium seperti penyakit di masyarakat, terbukti angka harapan hidup masyarakat Sulbar sama seperti angka harapan hidup nasional sekitar 69 tahun," katanya.

Sementara Kepala Batan Prof Dr Djarot Sulistio Wisnubroto, mengatakan, kerja sama Pemprov Sulbar dan Batan selain untuk meneliti uranium juga untuk memaksimalkan pembangunan di bidang lain seperti pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

"Masalah uranium yang akan diteliti masih jauh untuk dimanfaatkan tetapi hanya diteliti. Jadi jangan ada kekhawatiran di masyarakat akan muncul dampak yang tidak diinginkan, kerja sama Batan ini juga untuk mengembangkan bidang lain, seperti pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan di Provinsi ini," katanya.

Ia mengatakan, ini merupakan kegiatan bersejarah untuk melakukan singkronisasi pembangunan nuklir yang bermanfaat disemua bidang pembangunan kalaupun di negara ini Nuklir digunakan untuk keperluan damai, bukan untuk perang. Ridwan Ch



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026