
Populasi Sapi Betina di Bone Berkurang

"Saya berharap adanya regulasi dari pemerintah yang bisa menyelamatkan sapi indukan," kata Kepala Badan Penyuluh Kecamatan Kahu, Kamaruddin.
Bone, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Populasi sapi betina di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, sudah mulai berkurang akibat dijual untuk sapi potong secara tidak terkendali.
Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulsel, Taslim Tamang saat mengadakan reses di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Senin menga.takan para peternak berharap ada regulasi yang bisa menyelamatkan populasi sapi betina yang semakin berkurang.
"Saya berharap adanya regulasi dari pemerintah yang bisa menyelamatkan sapi indukan," kata Kepala Badan Penyuluh Kecamatan Kahu, Kamaruddin.
Oleh karena itu Taslim akan meneruskan aspirasi para peternak ke komisi B yang membidangi pertanian dan peternakan.
"Bisa dibayangkan kalau sapi betina (indukan) juga ikut dipotong di TPH, nanti kekurangan sapi indukan yang bisa beranak otomatis produksi sapi ikut menurun," kata Taslim Tamang.
Komisi B yang membidangi pertanian dan peternakan akan membahas untuk melahirkan Perda yang bisa mengendalikan pupulasi sapi betina, sehingga dengan adanya perda ini maka diharapkan pupulasi sapi betina bisa terjaga.
Kecamatan Kahu adalah salah satu kecamatan yang warganya banyak yang mengembangkan ternak kandang baik sapi lokal maupun IB (inseminasi Buatan) untuk sapi limusin.
Lebih lanjut Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sulsel itu menuturkan bahwa peternak juga butuh bantuan sapi pejantan yang unggul agar bisa secara bergilir membuahi sapi betina mereka dengan hasil anakan yang unggul.
Selain menemui peternak, Taslim juga mengunjungi petani di Kelurahan Tanete, Kecamatan Cina. Di tempat itu Taslim menyumbangkan tiga buah traktor untuk petani.
Pewarta : Agus Setiawan
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
