Logo Header Antaranews Makassar

Iapan Makassar: NKRI Sudah Final

Selasa, 11 November 2014 13:21 WIB
Image Print
"Kondisi harus dicermati dan diwaspadai, kapan kita lengah maka upaya menghapuskan NKRI itu bisa saja terjadi. Padahal NKRI memiliki cita-cita mulia," katanya.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Ikatan Alumni Pondok Pesantren Annahdlah Makassar menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah final sehingga upaya untuk mengubahnya harus dihadapi dengan tegas.

Ketua Umum Ikatan Alumni Pondok Pesantren Annahdlah (Iapan) Firdaus Dahlan, di Makassar, Selasa, mengatakan Indonesia merupakan negara yang berdaulat dengan berasas Pancasila. Bagi santri, NKRI sudah final dan santri harus mempertahankannya karena akhir-akhir ini banyak yang ingin mengganggu kedaulatan tersebut.

"Kondisi harus dicermati dan diwaspadai, kapan kita lengah maka upaya menghapuskan NKRI itu bisa saja terjadi. Padahal NKRI memiliki cita-cita mulia," katanya.

Ketua Ikatan Pemuda Nahdatul Ulama (IPNU) Makassar Muhammad mengatakan nasionalisme santri dan alumni Ikatan Alumni Pondok Pesantren Annahdlah (Iapan) sudah tidak diragukan lagi, karena bagi kami NKRI itu sudah final.

Hal tersebut dibenarkan Firdaus Muhammad yang juga akademisi UIN Alauddin dan Mustaming yang merupakan pengajar sejarah di Pesantren Annahdlah.

Firdaus mengatakan sebagai santri maka perlu mengetahui sejarah bangsa ini, termasuk mengetahui peran ulama dan santri yang punya kontribusi besar dalam mempersiapkan dan mengisi kemerdekaan Indonesia.

Sejalan dengan itu, Mustaming mengatakan, ulama dan santri yang jadi pelopor dalam mengusir penjajah, termasuk dengan lahirnya "Resolusi Jihad" yang diprakarsai oleh Rais Akbar NU Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari.

Diskusi tersebut dimoderatori Mustaqim yang juga mahasiswa Unhas. Kegiatan tersebut dihadiri ketua dan seketaris IAPAN, Ketua IPNU Makassar, beberapa mahasiswa dari Unhas, UIN, dan UMI, serta beberapa pengurus IAPAN dan kader IPNU-IPPNU. BS Hadi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026