Logo Header Antaranews Makassar

Bupati Maros Masih Rajai Survei

Minggu, 16 November 2014 19:56 WIB
Image Print
"Kelihatannya Hatta Rahman akan sama dengan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah. Para calon wakil bupati akan berebut ingin menjadi pendamping Hatta Rahman," ujar Direktur Eksekutif Indeks Politica Indonesia (IPI) Sulawesi Selatan, Suwadi Idris Amir di M

Makassar (ANTARA Sulsel) - Petahana atau "incumbent" Bupati Maros Hatta Rahman masih merajai survei menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Maros yang akan digelar pada 2015.

"Kelihatannya Hatta Rahman akan sama dengan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah. Para calon wakil bupati akan berebut ingin menjadi pendamping Hatta Rahman," ujar Direktur Eksekutif Indeks Politica Indonesia (IPI) Sulawesi Selatan, Suwadi Idris Amir di Makassar, Minggu.

Dia mengungkapkan, hasil survei yang dilaksanakannya pada periode Oktober-November 2014, tingkat keterpilihan bakal calon bupati Maros, Hatta Rahman sulit terbendung.

Bupati ini memiliki tingkat elektabilitas 50,02 persen, jauh meninggalkan figur-figur lainnya yang sudah menyatakan akan maju dan rata-rata perolehan itu masih di bawah 8 persen.

Suwadi mengaku, jika tidak ada kejadian luar biasa, Hatta yang juga Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Maros diprediksi dengan mudah memenangkan Pilkada Maros 2015. Dia bisa mengulang kegemilangan Nurdin Abdullah saat terpilih menjadi Bupati Bantaeng untuk periode kedua.

"Jika tidak kejadian luar biasa, maka bisa dipastikan Hatta Rahman akan memimpin kembali Kabupaten Maros dan bisa saja akan mengulang prestasi Nurdin Abdullah di Bantaeng," katanya.

Berdasarkan hasil survei IPI terhadap 824 responden Oktober-November 2014, peringkat dua ditempati Nurhasan. Politikus Partai Hanura itu memiliki tingkat elektabilitas 7,12 persen disusul, Husain Rasul 4,33 persen dari Golkar dan Devo Khadafi 4,16 persen dari kalangan birokrat.

Sedangkan untuk tingkat popularitas, Hatta Rahman masih unggul 97,20 persen diikuti Nurhasan 83,30 persen, A Irfan AB 72,40 persen dari PAN, Irwansyah Kasim 72,12 persen dari Gerindra, Harmil Mattorang 69,30 persen, Ilham Burhanuddin 61,20 persen dari PAN.

Suwadi mengemukakan, responden yang disurvey tersebar di 14 kecamatan, 103 desa/kelurahan. Sebanyak 20,63 persen responden tidak menjawab.

"Dengan tingkat kepercayaan atau "margin of error" hanya 4 persen, maka hasil survei ini sudah bisa dijadikan acuan pada pilkada mendatang," katanya.

Direktur Jaringan Suara Indonesia (JSI) Irfan Jaya mengatakan, sulit atau mudahnya "incumbent" dikalahkan tergantung oleh dua hal.

Pertama, persepsi publik terhadap kinerja "incumbent". Artinya, jika "incumbent" bekerja sesuai dengan ekspektasi publik. Maka otomatis sulit dikalahkan.

Kedua, manajemen kampanye. Tim sukses yang mampu mengkapitalisasi keberhasilan `incumbent` akan semakin sulit dikalahkan oleh kandidat lainnya.

"Jika dua hal ini tengah dilakukan Pak Hatta, praktis sulit untuk dikalahkan oleh calon lainnya," kata Irfan. S Muryono



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026