
83 dari 88 Kuota CPNS Diterima Makassar

"Kuota tidak terisi semua karena ada kuota yang tidak ada pendaftarnya. Jatah CPNS Makassar itu sebanyak 88 orang, tapi cuma 83 orang yang dinyatakan lulus sesuai tes kompetensi dasar (TKD)," ujarnya.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 83 orang calon pegawai negeri sipil (CPNS) Makassar dinyatakan lulus setelah adanya Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, namun kuota 88 tidak terpenuhi karena lima sisanya tidak ada pendaftarnya.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Makassar, Kasim Wahab di Makassar, Sabtu, mengatakan, kuota CPNS Makassar yang akan diterima tahun ini sebanyak 88 orang, namun hanya 83 orang yang dinyatakan lulus.
"Kuota tidak terisi semua karena ada kuota yang tidak ada pendaftarnya. Jatah CPNS Makassar itu sebanyak 88 orang, tapi cuma 83 orang yang dinyatakan lulus sesuai tes kompetensi dasar (TKD)," ujarnya.
Dia menjelaskan, lima jatah CPNS yang tidak terpenuhi itu yakni untuk formasi Bahasa Mandarin dan penyuluh penanganan masalah sosial dari jenjang pendidikan Diploma IV Kesejahteraan Sosial.
Khusus untuk formasi Bahasa Mandarin, dari yang disiapkan jatah satu orang itu, tidak ada satupun warga baik dari dalam maupun luar kota Makassar mendaftarkan diri.
Sedangkan untuk tenaga penyuluh penanganan masalah sosial yang disiapkan pemerintah sebanyak 12 kuota, namun berdasarkan "passing grade" angka rata-rata minimal, hanya delapan orang yang memenuhi standar minimal tersebut.
"Untuk bahasa mandarin memang tidak ada pendaftar, kalau kuota penyuluh penanganan masalah sosial itu dari 12 orang yang mau diterima, cuma delapan orang yang lulus. Pendaftarnya lebih dari kuota, tapi passing gradenya tidak mencukupi, sehingga tidak lulus," katanya.
Kasim menyebutkan, untuk formasi Penyuluh Penanganan Masalah Sosial, dirinya sangat menyayangkan angka kelulusuan itu karena Pemerintah Kota Makassar telah mengeluarkan anggaran untuk menyekolahkan 25 putra daerah di jurusan tersebut.
Namun, dari 25 orang anak yang disekolahkan itu hanya delapan yang memenuhi ekspektasi pemerintah kota dan cuma mereka yang lulus passing grade tersebut.
Penerimaan seleksi CPNS dengan sistem computer assited test (CAT), menurut Kepala BKD Kota Makassar berjalan dengan sangat transparan, akuntabel dan bebas dari nepotisme.
"Mulai dari saat pelaksanaan tes yang berlangsung dengan pengawasan ketat, hasil tes pun dapat langsung diketahui oleh masing-masing peserta dan untuk pengumumannya pun ditampilkan sangat transparan dengan mencantumkan nomor peserta ujian, nama peserta, lengkap dengan nilai ujian," ujarnya.
Salah satu hal yang juga menjadi tolak ukur transparansi penerimaan saat ini, yakni beberapa keluarga kalangan pejabat Pemerintah Kota Makassar yang mengikuti tes CPNS dinyatakan tidak lulus.
Bahkan Kasim yang mantan Kabag Humas itu membuka peluang kepada peserta CPNS yang merasa dirugikan untuk mengajukan keberatan jika ada hal yang dianggap tidak sesuai.
"Jika ada yang ingin keberatan, silahkan ke BKD akan diberikan jawaban dan dijelaskan dengan sangat transparan karena dari awal kita membuka tes CPNS ini, sudah sangat transparan," tegasnya. FC Kuen
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
