Logo Header Antaranews Makassar

DP3A Makassar edukasi orang tua soal bahaya konten pornografi di sosmed

Rabu, 20 Agustus 2025 19:44 WIB
Image Print
Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3A, Isnaniah Nurdin (dua dari kiri) saat membuka kegiatan edukasi dan bahaya konten pornografi bagi anak-anak saat sedang bermain smartphone di Makassar, Rabu (20/8/2025). ANTARA/HO-Pemkot Makassar

Makassar (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar, Sulawesi Selatan mengadakan edukasi kepada orang tua mengenai bahaya konten pornografi yang banyak berseliweran di sosial media.

Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3A, Isnaniah Nurdin di Makassar, Rabu, menjelaskan DP3A Makassar berupaya memberikan edukasi kepada orang tua tentang cara melindungi anak-anak dari paparan konten pornografi di media sosial dan platform digital.

"Kami mengambil isu pornografi dan kekerasan seksual terhadap anak karena angkanya lumayan tinggi. Ini menjadi peringatan bukan hanya untuk pemerintah saja tetapi orang tua, guru dan elemen masyarakat. Bahwa ada realitas sosial yang terjadi hari ini,” ujarnya.

Dalam edukasi peningkatan kapasitas itu, para orang tu diajarkan bagaimana cara memantau aktivitas anak-anak saat berada dalam jaringan (daring/online), mengenali tanda-tanda anak yang terpapar pornografi dan memberikan edukasi yang tepat kepada anak-anak tentang bahaya pornografi.

Menurutnya, edukasi ini menjadi sangat penting dan relevan. Apalagi dengan kehadiran beberapa unsur masyarakat, Tim PKK sebagai garda terdepan keluarga, majelis taklim, tokoh masyarakat dan agama sebagai panutan, serta perwakilan forum anak yang akan menjadi agen perubahan.

"Peran orang tua sangat penting dalam melindungi anak-anak dari bahaya pornografi," katanya.

Dengan edukasi yang tepat, orang tua dapat membantu anak-anak memahami bahaya pornografi dan bagaimana cara menghindarinya.

Selain itu, orang tua juga dapat memantau aktivitas online anak-anak dan memberikan batasan yang tepat untuk mengakses konten yang tidak pantas.

Dengan kerja sama antara orang tua, pemerintah dan masyarakat, Isnaniah yakin dapat menciptakan lingkungan yang aman dan sehat untuk anak-anak tumbuh dan berkembang.

“Saya berharap pemahaman tentang bahaya pornografi ini akan tersebar luas dan menjadi gerakan bersama. Kita akan membekali diri dengan pengetahuan tentang bagaimana pornografi merusak anak, bagaimana mengenali tanda-tandanya, dan yang terpenting, bagaimana cara menghindarinya,” harapnya.

Kegiatan ini digelar selama dua hari (tanggal 20-21 Agustus 2025). Dengan menghadirkan narasumber Tim TRC Unit Pelaksana Teknis (UPTD) PPA Abu Talib, Direktur PKBI Andi Iskandar.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026