Makassar (ANTARA) - UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Kota Makassar menjadwalkan konseling lanjutan terhadap anak korban Bilqis (4) yang selamat dari jaringan penculik.
"Ini tahap pertama (asesemen awal), karena beberapa hari lalu terlalu banyak orang (kunjungi Bilqis), rencana Kamis ini dilanjutkan," ujar Kepala Dinas DP3A Makassar Ita Isdiana Anwar di Makassar, Rabu.
Ia menjelaskan, tim datang ke rumah anak di Jalan Pelita II yang hilang selama enam hari hingga berhasil ditemukan pihak kepolisian di Provinsi Jambi untuk memberikan layanan trauma healing guna mengembalikan psikilogi anak.
"Kami datang untuk penanganan trauma lebih pendekatan ke anak, jangan sampai ada trauma. Kita assesmen, kemudian konseling juga trauma healing apakah ada trauma atau tidak," tuturnya.
Karena baru sekali dilaksanakan konseling oleh tim psikolog, kata dia, maka hasilnya belum diketahui. Namun kondisi anak korban sejauh ini sudah membaik, sehat dan terlihat ceria.
"Ini (hasil asesemen) belum bisa kami jawab sekarang, karena namanya anak-anak kita tidak bisa paksakan. Ada tahap-tahap selanjutnya. Nanti Kamis ini kami ke sini, ada juga psikolog ikut," katanya.
Sementara itu, terkait dua anak pelaku penculikan insial SY masih berada di rumah aman atau Rumah Perlindungan Sementara (RTS) milik DP3A Kota Makassar.
"Mereka itu usianya lima tahun dan delapan tahun. Ada di rumah aman. Namanya anak-anak harus kami melindungi, karena ibunya diambil pihak kepolisian, sehingga kedua anak ini tidak ada yang mendampingi," katanya lagi.
Saat ini kedua anak pelaku dalam keadaan sehat dan tentu dipantau terus perkembangannya termasuk pendidikan mereka dapat terpenuhi.
"Info yang kami terima memang (SY) punya lima anak. Katanya, tiga dijual. Tapi, kami belum punya bukti. Ini informasi yang kami dapat dari salah satu anaknya, bahwa tiga adiknya dijual," paparnya.
"Itu pengakuan kakaknya. Sekali lagi kami belum ada bukti yah, kita tunggu saja keterangan dan perkembangan polisi apakah betul atau tidak," kata Ita menambahkan.
Psikolog dari Puspaga Mursidah Yusuf menambahkan, kondisi kejiwaan Bilqis sejauh ini, sudah membaik, nampak ceria bahkan bisa diajak bermain. Kendati demikian, belum dapat digali cerita dialaminya. Dari keterangan orang tua, ada sedikit perubahan pada perilaku anaknya, agak lebih agresif.
Sementara itu, ibu korban Fitriani Syahril memberi apresiasi atas perhatian pemerintah kota melalui DP3A untuk mengembalikan semangat dan keceriaan anaknya usai hilang selama enam hari dan ditemukan di Jambi.
"Kami berterima kasih kepada semua pihak yang membantu terutama pihak kepolisan menjemputnya di Jambi. Semoga apa yang dilaksanakan PPA ini bisa menghilangkan trauma Bilqis. Karena sejak datang, lebih agresif dan masih mengingat-ingat kejadian itu di sana," ucapnya bercerita.
Terkait kasus ini, jajaran kepolisian telah menetapkan empat tersangka atas kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) usai membongkar praktik penculikan anak korban Bilqis (4) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

