Logo Header Antaranews Makassar

BPBD Lutim bangun budaya siaga bencana

Rabu, 27 Agustus 2025 18:16 WIB
Image Print
Arsip. Suasana simulasi Rencana Tindak Darurat (Emergency Action Plan) Bendungan Seri Sungai Larona, Lutim. (ANTARA/HO-Diskominfo Lutim)

Makassar (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan menggelar kegiatan edukasi tentang kerawanan bencana dengan melibatkan 250 peserta sebagai upaya membangun budaya siaga dan aman menuju terwujudnya sekolah tangguh bencana.

Staf Ahli Bidang Pembangunan Bupati Lutim Rapiuddin Tahir dalam keterangan diterima di Makassar, Rabu, mengatakan tujuan kegiatan itu meningkatkan wawasan dan pengetahuan peserta tentang langkah-langkah menghadapi bencana sehingga dapat meminimalisasi dampak yang ditimbulkan.

"Bencana merupakan suatu kejadian yang tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi, sehingga kita harus mempersiapkan diri untuk melakukan antisipasi,” ujar dia.

Peserta kegiatan itu, antara lain kepala sekolah, guru, dan siswa SMP serta SMA di Kecamatan Malili, Kabupaten Lutim.

Ia berharap kepala sekolah, guru, serta siswa yang mengikuti sosialisasi itu dapat menyebarkan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan ini juga menekankan pentingnya penerapan satuan pendidikan aman bencana (SPAB) sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019.

Program SPAB bertujuan meningkatkan kemampuan sumber daya di satuan pendidikan dalam mengurangi risiko bencana, memberikan perlindungan dan keselamatan kepada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan serta memastikan keberlangsungan layanan pendidikan di wilayah terdampak bencana.

Ia menegaskan penanggulangan bencana menjadi tanggung jawab semua pihak dengan kolaborasi pentaheliks, melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media/pers, serta masyarakat.

“Jadi setiap orang ikut bertanggung jawab dalam penanggulangan bencana demi keamanan dan keselamatan dirinya, keluarganya, maupun lingkungannya, di mana kesiapsiagaan adalah faktor utama dalam menghadapi bencana,” demikian Rapiuddin.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026