
Mamuju Rawan Penyakit Rabies

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyatakan, Kabupaten Mamuju rawan terhadap penyakit rabies khususnya bagi daerah yang ada di wilayah terpencil.
Kepala sub bidang pemberantasan dan pencegahan penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamuju, DR Agus Erwin di Mamuju, Senin, mengatakan, sejak dua bulan terakhir tercatat sekitar 26 orang warga di wilayah itu digigit oleh anjing "gila".
Ia mengatakan, pada bulan Juni tercatat sekitar 15 orang warga yang dirawat di rumah sakit yang ada di wilayah itu karena menderita gejala rabies akibat digigit anjing "gila".
Sedangkan pada bulan Juli juga tercatat sekitar 11 orang warga yang dilaporkan juga telah digigit anjing.
"Warga tersebut berasal dari di Kecamatan, Kalukku, Kalumpang, Bonehau, Simkep, Papalang dan Tapalang yang umumnya berada di wilayah terpencil di Mamuju," ujarnya
Namun, kata dia, dari warga yang terkena gejala rabies tersebut masih sempat tertolong dan tidak mengakibatkan korban jiwa karena cepat diantisipasi dengan memberikan suntikan anti rabies oleh petugas Dinkes Mamuju.
Sehingga, kata dia, Dinkes Mamuju menyatakan wilayah itu rawan terhadap penyakit rabies karena banyaknya warga yang terkena penyakit yang disebabkan virus dari binatang tersebut.
"Di Mamuju, khususnya wilayah terpencil banyak warga yang memelihara binatang seperti anjing, untuk dimanfaatkan menjaga areal perkebunan mereka sehingga rentan diserang penyakit rabies yang bisa mematikan itu," ujarnya.
Oleh karena itu, kata dia, untuk mengantisipasi penyakit tersebut pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Peternakan setempat untuk menjaga wilayah itu dari serangan rabies khususnya dengan menjaga kesehatan binatang peliharaan seperti anjing, kucing dan monyet, sebagai sumber dari penyakit itu.
(PK-MFH/A041)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
