
Harga Ikan di Mamuju Merangkak Naik

"Hasil tangkapan berkurang karena banyak nelayan yang urung melaut...
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Harga ikan segar yang dijual sejumlah pedagang di pasar tradisional semenjak sepekan terakhir merangkak naik akibat banyak nelayan di Mamuju Provinsi Sulawesi Barat memilih menganggur akibat cuaca buruk yang melanda wilayah itu.
"Hasil tangkapan berkurang karena banyak nelayan yang urung melaut. Makanya, harga jual ikan segar saat ini naik dari harga biasanya," kata Lukman salah seorang nelayan tradisional di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mamuju, Jumat.
Menurutnya, rata-rata nelayan memilih memperbaiki perahu dan merapikan jaring dari pada harus melaut dalam kondisi cuaca yang tidak stabil.
"Pada malam hari terkadang badai angin dan hujan melanda daerah kita. Kondisi seperti ini tentu berbahaya jika kita nelad melaut," ungkapnya.
Lukman berharap, kondisi cuaca kembali membaik sehingga para nelayan bisa beraktivitas. Apalagi, kondisi dapur juga semakin menipis.
Meroketnya harga ikan segar ini tentu dirasakan bagi masyarakat, khususnya warga yang secara ekonomi masih terbilang pas-pasan.
"Baru saja saya dari pasar tradisional untuk belanja kebutuhan dapur. Harga ikan segar yang paling menonjol mengalami kenaikan. Jika selema ini biasanya Rp20 .000 per ekor maka saat ini menjadi Rp35 per ekornya. Bahkan ada harga ikan mencapai Rp50.000 per ekor," kata Ratu salah seorang ibu rumah tangga di daerah itu.
Sementara itu, Muhammad Amin yang juga pedagang ikan mengakui jika harga ikan basah akhir-akhir ini memang naik secara drastis akibat pasokan ikan dari para nelayan berkurang.
"Memang harga ikan belakang ini merangkak naik karena persediaan atau pasokan ikan dari nelayan semakin menipis. Mungkin saja ini dampak kondisi cuaca sehingga banyak nelayan tidak turun melaut," ungkap Amin. Agus Setiawan
Pewarta : Aco Ahmad
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
