
Pemkot Makassar koordinasi dengan distributor jaga rantai pasok pangan

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan memastikan akan melakukan langkah antisipatif, termasuk koordinasi dengan distributor dan pemangku kepentingan terkait untuk menjaga rantai pasok pangan agar tetap lancar.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Jumat, mengatakan pemantauan ke beberapa pasar tradisional bertujuan untuk memastikan pasokan dan harga bahan pokok tetap terkendali, khususnya di bulan suci Ramadhan yang biasanya diiringi peningkatan permintaan masyarakat.
"Hari ini, kami bersama Pak Gubernur meninjau langsung pasar, ingin memastikan stok tersedia dan harga tetap stabil. Jangan sampai ada lonjakan harga yang memberatkan masyarakat, apalagi di bulan suci Ramadan dan HBKN," ujarnya.
Munafri mengaku Dinas Perdagangan dan Perumda Pasar Makassar Raya akan terus melakukan pemantauan rutin itu di semua pasar tradisional sebagai langkah preventif menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok.
"Melalui dinas terkait, pemerintah kota akan terus melakukan pemantauan rutin di berbagai pasar tradisional sebagai langkah preventif menjaga kestabilan harga bahan pokok," tuturnya.
Adapun pemantau harga pangan dilakukan secara bersama-sama dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, beserta Forkopimda Sulsel lainnya.
Dalam pantauan ini, sejumlah bahan pokok stabil. Untuk harga daging sapi sempat mengalami kenaikan dari Rp120.000 menjadi Rp130.000 per kilogram di awal Ramadhan. Meski demikian, pasokan tetap dalam kondisi aman.
Sementara itu, harga bawang merah justru mengalami penurunan dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram di sejumlah lapak. Untuk Minyakita dari Bulog terpantau stabil, beras SPHP tersedia dengan baik, serta stok telur dan daging dalam kondisi aman.
Komoditas cabai masih berada dalam kisaran harga wajar meski mengalami fluktuasi, sedangkan harga ayam ras berkisar Rp60.000 per ekor atau sekitar Rp35.000 per kilogram.
Secara umum, berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan, mayoritas komoditas pangan strategis terpantau dalam kondisi stabil dan masih berada pada kisaran harga wajar.
Untuk komoditas beras, harga premium berada di angka Rp14.000 per kilogram, medium Rp13.000 per kilogram, dan beras ketan Rp22.000 per kilogram.
Minyak goreng curah dijual Rp16.000 per liter, sementara kemasan Rp21.000 per liter. Gula pasir curah tercatat Rp18.000 per kilogram dan kemasan Rp20.000 per kilogram. Tepung terigu curah berada di harga Rp9.000 per kilogram dan kemasan Rp11.000 per kilogram.
Untuk protein hewani, daging sapi murni/has berada di kisaran Rp120.000 per kilogram. Daging ayam ras Rp35.000 per kilogram, sedangkan telur ayam ras Rp27.000 per kilogram.
Komoditas hortikultura juga relatif terkendali. Cabai besar Rp20.000 per kilogram, cabai keriting Rp25.000 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp50.000 per kilogram. Bawang merah Rp40.000 per kilogram dan bawang putih Rp35.000 per kilogram.
Harga kacang tanah tercatat Rp25.000 per kilogram. Tomat Rp8.000 per kilogram, kentang Rp20.000 per kilogram, wortel Rp10.000 per kilogram, dan kol Rp8.000 per kilogram. Sayuran daun seperti kangkung dan bayam masing-masing dijual Rp3.000 per ikat.
Sementara itu, kedelai berada di harga Rp17.000 per kilogram. Ubi jalar Rp10.000 per kilogram dan ubi kayu Rp6.000 per kilogram. Pisang kepok dijual Rp15.000 per sisir, jagung kuning Rp3.000 per biji, serta ikan teri kering Rp110.000 per kilogram.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
