
PHRI : Pasar industri perhotelan masih rapuh

"Terbukti hanya dengan satu surat edaran saja (Surat Edaran Menpan yang melarang PNS rapat di hotel) pasar kita langsung drop,"...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi B. Sukamdani mengatakan bahwa pasar industri perhotelan di tanah air masih sangat rapuh.
"Terbukti hanya dengan satu surat edaran saja (Surat Edaran Menpan yang melarang PNS rapat di hotel) pasar kita langsung drop," kata Hariyadi seusai membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I BPD PHRI Sulsel di Makassar, Senin.
Hal ini, kata dia, menunjukkan besarnya ketergantungan industri ini pada segmen MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).
"Hikmahnya, ini menyadarkan kita bahwa kita harus mengembangkan segmen pasar-pasar yang lain," kata dia.
Sebagai respon terhadap kondisi ini, Hariyadi mengaku, bahwa PHRI melakukan reposisi dengan menjadi inisiator pengembangan sektor pariwisata di tanah air.
"Kami mengambil inisiatif yang lebih besar untuk menjalin komunikasi dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan upaya promosi wisata bersama," jelasnya.
PHRI, lanjutnya, akan mendorong agar dilakukan efisiensi pengelolaan pariwisata dan penyediaan infrastruktur pendukung yang memadai.
"Misalnya ketersediaan toilet umum yang memadai di lokasi wisata," ujarnya.
Pihaknya, kata Hariyadi, juga akan menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan untuk menyelenggarakan paket-paket perjalanan yang lebih terjangkau.
Dia berharap dengan demikian jumlah wisatawan asing maupun dalam negeri akan meningkat, dan menciptakan pasar yang lebih luas bagi industri perhotelan. Agus Setiawan
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
