Logo Header Antaranews Makassar

Pemkot Makassar Benahi TPA Antang

Senin, 18 Mei 2015 22:07 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Wakilnya Syamsu Rizal MI mengunjungi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang Kecamatan Mangala, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.

Ramdhan bersama camat dan lurah setempat berkeliling di TPA tersebut untuk melihat langsung pengerjaan pembenahan serta pengelolaan sampah di TPA Antang serta melihat kondisi volume sampah dari Makassar yang masuk tiap harinya di tempat tersebut.

Selain itu bagian dari keseriusan Pemerintah Kota untuk mendapatkan kembali Piala Adipura termasuk menjamin kebersihan di wilayah kota makasar terkait masalah sampah yang sudah klasik dibicarakan.

Pria disapa akrab Danny Pomanto ini saat berkeliling sesekali mengistruksikan kepada pejabat setempat untuk menambalkan tanah di bagian pinggiran tumpukan sampah yang menggunung sebagai salah satu solusi meredam bau yang cukup menyegat itu.

Selain menambalkan tanah pada gunung sampah tersebut Danny juga meminta agar dibuatkan saluran air di bawah gunung sampah bahkan mengunjungi kolam penampungan sampah guna mengantisipasi lonjakan volume sampah yang terus bertambah.

"Lurah dan camat sebagai ganda terdepan masalah kebersihan lingkungan dan harus ektra lebih keras lagi akag kita bisa bersama-sama mendapatkan Adipura kembali," katanya Danny.

Piala Adipura terakhir diraih Kota Makassar pada 2013 dimasa pemerintahan Ilham Arief Sirajuddin sebagai Wali Kota Makassar dua periode. .

Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla juga memberikan motivasi sekaligus instruksi Makassar mesti mendapatkan Adipura mengingat program Makassar Tidak Rantasa (kotor) sudah dijalankan pemerintahan Danny-Ical pada tahun pertama.

Diketahui luas area TPA Antang saat ini sekitar 14,3 hektare dan hanya mampu menampung sebanyak 800 ton atau sekitar 4.000 kubik sampah yang di tumpahkan di TPA tiap harinya.

Sementara saat ini Pemkot telah melengkapi 28 unit mobil angkutan sampahnya dengan Global Positioning System (GPS) atau alat navigasi yang dapat mendeteksi pergerakan mobil dari 143 unit mobil sampah berlebel `Tangkasaki`.

Rencananya dipertengahan 2015 ini akan dimasukkan anggaran untuk pemasangan GPS bagi 100 unit mobil sampah termasuk penambahan speaker phone pada mobil tersebut serta adanya penambahan armada baru dengan total 500 unit mobil sampah.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026