
Dua Legislator Sulsel Berpeluang Gabung Hadapi Pilkada

"Semua masih mungkin terjadi termasuk rencana koalisi itu. Kita lihat...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Dua legislator DPRD Sulawesi Selatan, Arum Spink dan Edy Manaf membuka peluang untuk bergabung menghadapi Pemilihan Kepala Daerah Bulukumba pada akhir tahun ini.
"Semua masih mungkin terjadi termasuk rencana koalisi itu. Kita lihat saja perkembangannya nanti," ujar Ketua Dewan Pimpinan daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Bulukumba, Edy Manaf di Makassar, Senin.
Dia mengatakan, siap jika masyarakat memang menginginkan adanya penyatuan antara dirinya dengan rekannya Arum Spink yang sama-sama di DPRD Sulsel.
Bahkan dirinya sudah menjalin komunikasi sejak lama dan dia menganggap itu bukanlah hal yang sulit. Jika memang penyatuan visi dan misi itu terwujud, dia sudah siap mendeklarasikannya.
Menurut Anggota Komisi E DPRD Sulsel tersebut, PAN Bulukumba sejauh ini belum final dalam proses penjaringan. Termasuk belum melakukan survei terhadap bakal calon kepala daerah.
"Belum ada tahapan di PAN Bulukumba. Jadi kalau ada yang menyebut saya siap di posisi wakil bupati, itu tidak benar. Mungkin mereka menganggap saya tidak siap," kata Edy.
Sementara itu, Arum Spink yang merupakan legislator Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Sulawesi Selatan menegaskan, peluang berkoalisi dengan Edy Manaf sangat terbuka.
Sekretaris DPW Nasdem Sulsel itu bahkan sudah mengklaim jika dirinya bersama Edy Manaf memiliki komitmen yang sama dalam membangun Bulukumba.
"Kami berdua lebih pada komitmen. Di mana Bulukumba harus digawangi secara radikal untuk membawa perubahan. Dalam waktu dekat kami akan deklarasi," sebutnya.
Mantan Ketua KPUD Bulukumba ini menambahkan, koalisi Nasdem dan PAN sangat ideal. Dia berharap mampu membawa Bulukumba sesuai keinginan masyarakatnya.
"Kita ketemu dengan gagasan. Ke depan kami intens turun melakukan pendidikan politik. Di mana momentum Pilkada ini harus ada yang baru," katanya.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
