
Kemarau Mulai Melanda Budong-Budong

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Kemarau panjang akibat badai Elnino mulai melanda wilayah Desa Babana Kecamatan Budong-Budong yang terletak di sebelah utara sekitar 100 kilometer dari Kota Mamuju, Ibukota Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
Musim kemarau yang mulai melanda wilayah yang berpenduduk sekitar 2000 jiwa sejak satu bulan terakhir tersebut mulai meresahkan warga karena selain akan kesulitan air bersih juga mengancam lahan tanaman pertanian dan perkebunan.
"Sejak musim kemarau ini melanda, kami sudah kesulitan mendapatkan air bersih, karena sumur yang dimiliki warga sudah mulai mengering,'' kata Wia salah seorang warga di Desa Babana Kecamatan Budong-Budong, Sabtu.
Ia mengatakan, untuk mendapatkan air bersih warga diwilayah ini harus begadang setiap malam karena air sumur sebagai sumber untuk kebutuhan warga sehari-hari hanya ada di waktu malam.
''Kami harus begadang dari jam 17.00 wita sampai jam 02.00 wita untuk mendapatkan air bersih di sumur yang airnya sangat sedikit karena di wilayah ini belum ada sumber air lainnya seperti yang dikelola dari perusahaan air minum daerah (PDAM)," ujarnya.
Ia mengaku, kwahatir karena kekurangan air bersih di wilayahnya tersebut dapat menimbulkan berbagai macam penyakit di masyarakat.
Sementara itu kemarau panjang juga mengancam sejumlah petani kakao dan petani sawah di wilayah itu karena tanaman mereka akan rusak akibat tidak mendapatkan air.
Awal salah seorang petani di Desa Babana mengatakan, musim kemarau ini dapat mengancam dan merusak lahan pertaniannya.
"Tanaman kakao pasti hitam dan tanaman jagung pasti kering dan berkerut, serta sawah pasti gagal panen, yang membuat tanaman menjadi gagal panen, maka harusnya diantisipasi," ujarnya.
Ia berharap agar pemerintah segera melakukan antisipasi dampak yang akan ditimbulkan dari musim kemarau panjang yang melanda wilayah itu.
(T.PK-MFH/E001)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
