Logo Header Antaranews Makassar

Program studi harus selaras penelitian pengembangan

Jumat, 19 Juni 2015 23:08 WIB
Image Print
"Sejumlah Perguruan Tinggi Swasta kurang didukung ataupun memanfaatkan lembaga penelitian...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Direktur Eksekutif Lembaga Pendidikan Studi Media Publik (LaPISMedik) Makassar Hadawiah Hatita MSi mengatakan adanya lebih 50 program studi (Prodi) Peguruan Tinggi Swasta (PTS) yang terancam dibekukan di Sulawesi Selatan diakibatkan tidak selarasnya dengan hasil penelitian dan pengembangan (Litbang).

"Sejumlah Perguruan Tinggi Swasta kurang didukung ataupun memanfaatkan lembaga penelitian dan pengembangannya, sehingga terdapat program studi yang tetap dibuka meskipun sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan lapangan kerja di lapangan," kata Hadawiah di Makassar, Jumat.

Menurut dia, setiap Prodi harus disertai Litbang yang kuat sehingga tidak ada Prodi yang kadaluwarsa atau tidak sesuai dengan tuntutan era kekinian lagi.

Karena itu, lanjut dia, dampak dari adanya Prodi yang kurang diminati lagi, atau masih diminati namun luarannya hanya akan mubazir, karena tidak dibutuhkan oleh sumber lapangan kerja, harus menjadi perhatian khusus bagi pengelola PTS.

"Dengan memanfaatkan Litbangnya, tentu tidak ada Prodi yang terkesan mubazir dibuka untuk setiap tahun ajaran baru. Apabila memang Prodi itu sudah tidak relevan dengan tuntutan pasar, tentu dapat diambil langkah-langkah strategis," katanya.

Sementara itu, Ketua Kopertis IX Sulawesi Andi Niartianingsih sebelumnya mengatakan, sedikitnya terdapat 81 Prodi di lingkup PTS yang tersebar di Sulsel yang terancam ditutup atau dibekukan.

Hal itu karena adanya sejumlah pertimbangan diantaranya Prodi yang ditawarkan sudah tidak relevan dengan kebutuhan bursa lapangan kerja.

"Jadi Prodi itu terkesan mubazir dan cenderung merugikan mahasiswa bersangkutan." katanya sembari melanjutkan, karena itu wajar jika dilakukan evaluasi untuk menentukan kebijakan penutupan Prodi tersebut.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026