
Bali Dominasi O2SN tingkat SD

"Dua pesilat asal Bali keluar sebagai juara sekaligus berhak meraih medali emas yakni Made Deva...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Tim pencak silat Provinsi Bali tampil mendominasi pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional tingkat sekolah dasar di Makassar, Sulawesi Selatan.
"Dua pesilat asal Bali keluar sebagai juara sekaligus berhak meraih medali emas yakni Made Deva (seni tunggal putra) dan Pande Md Dwi Pranita yang turun di kelas seni tunggal putri," kata Ketua Panitia Pertandingan O2SN Muhammad Arham di Makassar, Kamis.
Menurut dia, untuk cabang olahraga pencak silat tingkat SD memang hanya mempertandingkan nomor snei putra dan putri. Dengan jumlah pertandingan yang sedikit itu sehingga pelaksanaan juga lebih cepat terselesaikan.
Sementara untuk perolehan medali perak tunggal putra diraih pesilat asal Sumatera Barat atas nama Muhammad Dicky. Sedangkan untuk peraih medali perunggu direbut Muhammad Risky dari Bangka Belitung.
Selanjutnya untuk medali perak dari nomor seni tunggal putri diraih De Tiara (Jawa Barat) serta Dwi Anastasya asal Sulawesi Tengah sebagai peraih medali perunggu.
"Kedua pesilat Bali itu memang sulit disaingi para atlet dari daerah lain. Khusus Sulsel tentu kegagalan ini harus menjadi bahan evaluasi agar bisa lebih bersaing pada ajang selanjutnya," kata Muhammad Arham yang juga Pelatih Silat Sulsel tersebut.
Di tempat berbeda, tim pencak silat provinsi Banten sukses meloloskan tiga atletnya kebabak final setelah mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya pada ajang O2SN tingkat SMP
Pelatih Pencak Silat Banten, Purbo mengatakan tiga atlet yang berpeluang meraih medali emas itu masing-masing Hafiz (seni tunggal putra), Elvira (seni tunggal putri) serta Yuliana Ganjarwati di kelas D putri.
Sementara satu pesilat Banten yang gagal melaju kebabak final setelag kandas sejak babak penyisihan yakni Leo di kelas F putra.
Khusus untuk Hafiz dan Elvira di nomor seni, kata dia, masih akan menghadapi delapan atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Pihaknya optimistis bisa meraih hasil maksimal di babak final yang digelar Jumat pagi.
Sementara untuk Yuliana di kelas D putri, sukses meraih tiket final setelah mengalahkan Rosani Utami dari Yogyakarta di babak semifinal.
Selanjutnya Yuliana akan bertemu dengan pesilat Kurnia Fatima dari Jawa Tengah. Atlet asal Jateng itu juga lolos setelah mengalahkan pesilat Papua Rosi Rahmawati.
Pewarta : Abd Kaddir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
