Logo Header Antaranews Makassar

Adik Gubernur Sulsel jabat Dirut PDAM Makassar

Rabu, 23 September 2015 21:01 WIB
Image Print
"Berdasarkan hasil yang disampikan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto selaku ...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Hasil pengumuman Panitia penjaringan dan seleksi penerimaan Direksi Perusahaan Daerah (Perusda) Perusahaan Air Minum Daerah Makassar (PDAM) akhirnya memutuskan Haris Yasin Limpo diketahui adik Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo sebagai Direktur Umum PDAM.

"Berdasarkan hasil yang disampikan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto selaku Owner PDAM, H Haris Yasin Limpo Direktur Umum, selanjutnya Direktur Umum Irawan Abadi, Direktur Keuangan Hj Kartia Bado dan Direktur Teknik H Asdar Ali sebagai direksi baru," kata Ketua Penjaringan dan Seleksi Ibrahim Saleh di Balai Kota Makassar, Rabu.

Menurut dia hasil ini berdasarkan sejumlah tahapan dan secara independen dan pertimbangan matang oleh pemilik atau "owner" dalam menentukan pilihan mana yang layak di jadikan direksi baru PDAM. Ada lima tahapan selama proses seleksi yakni Administrasi, Assesmen secara independen, Uji Publik, Uji Media dan tes Wawancara dari pemilik perusda tersebut.

Kendati diketahui Haris Yasin Limpo juga masih menjabat sebagai kader dan Ketua Harian Partai Golkar Makassar, kata Ibrahim, pihaknya akan meminta bersangkutan untuk mengundurkan diri dari jabatan politiknya, meskipun tidak ada disebutkan dalam aturan perundang-undangan dan peraturan pemerintah.

"Sejak awal mendaftar yang bersangkutan harus komitmen tidak boleh ada rangkap jabatan dan mereka harus siap untuk itu. Dalam perjalanan seleksi ini murni dan tidak ada intevensi dari pejabat setempat dan itu merupakan keputusan prerogatif pak Wali Kota sebagai owner," tandasnya.

Pria akrab disapa Ibe ini menuturkan sebelum menjalankan tugas direksi, semua yang terpilih harus melepaskan jabatan atau tidak merangkap jabatan dan hanya dibolehkan menjabat pada perusahaan daerah. Pihaknya berharap bagi rangkap jabatan segera mengurus pengunduran diri setelah pelantikan.

"Sebenarnya tidak ada larangan siapapun menjadi direksi baik dia politisi bekerja di media atau akademisi, atau status lainnya asalkan sehat dan mampu bekerja profesional. Mengenai dengan status politisi pak Haris tetap harus mundur dari jabatannya di partai meskipun tidak ada aturan mengikat," ulasnya.

Rencananya pelantikan akan digelar pada Jumat 25 September 2015 di ruang pola Balai Kota Makassar bersamaan dengan lima direksi perusda lainnya. Setelah pelantikan maka dilakukan serah terima jabatan di kantor perusda masing masing. Untuk satu perusda lainya dari total enam perusda di Makassar yakni Bank Perkreditan Rakyat (BPR) masih menunggu keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Pelantikan untuk Perusda BPR Makassar belum dilakukan karena masih menungu SK dari OJK, pelantikan menyusul dan yang dilantik bersamaan yakni PDAM, PD Terminal, PD Parkir, RPH, PD Pasar jumat ini," tambahnya.

Haris Yasin Limpo saat dikonfirmasi melalui sambungan pesan pendek menyatakan bersyukur menjadi Direktur Umum PDAM dan akan melaksanakan amanah yang diberikan secara baik dan benar. Mengenai dengan pengunduran dirinya di partai akan dilakukan bila itu menjadi salah satu syarat.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026