
Transaksi kliring warkat capai Rp6 triliun perbulan

"Bank Indonesia melayani transaksi warkat rata-rata Rp6 triliun perbulan...
Jakarta (ANTARA Sulsel) - Kepala Grup Pengembangan dan Pemeliharaan Sistem Pembayaran Ritel Bank Indonesia Ery Setiawan mengatakan transaksi rata-rata kliring warkat debet mencapai Rp6 triliun per bulan.
"Bank Indonesia melayani transaksi warkat rata-rata Rp6 triliun perbulan mulai Mei hingga September 2015," kata Ery disela-sela Media Gathering di Kantor BI, Jakarta, Sabtu.
Berdasarkan data BI diketahui, pada posisi Juli 2015 nominal transaksi Rp5,60 triliun dengan volume transaksi 129.129, sedang pada Agustus 2015 naik menjadi Rp6,47 triliun (152.488) dan September 2015 Rp6,46 triliun (148.429).
Sementara rata-rata transaksi harian kliring warkat asal Makassar pada Juli 2015 Rp118,30 miliar dengan volume transaksi 2.935, Agustus 2015 Rp130,31 miliar (3,407) dan September 2015 Rp136,36 miliar (3.327).
"BI melayani kliring warkat ini untuk 100 lebih bank yang beroperasi di Indonesia, baik bank milik negara, swasta maupun bank asing," katanya.
Sedang khusus di Makassar, baru ada sekitar 50 bank yang beroperasi dan melakukan transaksi kliring. Mengenai sistem pembayaran, dapat dilakukan dengan tiga cara yakni menggunakan Anjungan Tunai Mandiri (ATM), kliring dan RTGS.
Penggunaan pengiriman uang atau transaksi untuk ketiga jenis itu memiliki batasan nominal seperti ATM maksimal Rp25 juta, kliring maksimal Rp500 juta dan RTGS minimal Rp100 juta.
"Semua data kliring yang dilakukan baik di Jakarta maupun di daerah, datanya langsung masuk ke kantor pusat, sehingga semuanya dapat terpantau," katanya.dan RTGS dari sis kecepatan layanan, lanjut dia, kliring dua jam sudah sampai ke bank tujuan, sedang RTGS hanya sejam.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
