
JPPR PERTANYAKAN KINERJA PANWASLU DAERAH

Makassar, 29/11 (ANTARA) - Kinerja Anggota Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) 2009 dinilai masih belum optimal, hal itu berdasarkan hasil temuan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Pusat saat melakukan kunjungan di Makassar.
"Sistem perekrutan anggota Panwaslu hampir di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan sejauh ini belum mengedepankan kualitas sumber daya manusia," kata Manager Program JPPR Pusat, Agus Susilo, saat melakukan pemantauan di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu.
Dia mengungkapkan, berdasarkan pantauan JPPR proses perekrutan anggota panwaslu disinyalir banyak di intervensi oleh pelaku perpolitikan daerah.
Tim seleksi calon anggota panwaslu, lanjut dia, belum dijamin dapat melibatkan orang - orang yang independen, sebab masih ada beberapa daerah yang ditemukan melibatkan politikus tertentu dalam tim rekrutmen.
Bahkan yang lebih parahnya, ungkap Agus, JPPR Pusat masih menemukan adanya soal-soal seleksi calon anggota panwaslu yang terlebih dahulu diketahui oleh calon anggota panwaslu lainnya.
Agus mendesak, Badan Pengawas Pemilu segera melakukan penguatan terhadap SDM anggota Panwaslu, baik ditingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
"Hal itu dilakukan guna menjamin proses pemilihan umum 2009 dapat menjadi pesta demokrasi yang berkualitas," ujarnya.
Dia mengharapkan, Bawaslu dapat melakukan verifikasi sejumlah calon yang akan ditunjuk sebagai anggota panwaslu, dikhawatirkan lemahnya kompetensi aparat pengawas pemilu ini dapat menimbulkan kekacauan dalam proses demokrasi pada suatu daerah. ***3***
(T.PK-HK/B/Z002/Z002) 29-11-2008 22:44:37
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
