
Pemkot Makassar permudah pembayaran pajak

"Kami akan terus berinovasi untuk mempermudah semua akses ...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Kota Makassar terus berinovasi dalam mempermudah proses pembayaran dan pengumpulan pajak untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) yang ditarget setiap tahunnya meningkat.
"Kami akan terus berinovasi untuk mempermudah semua akses dalam membayar pajak. Pelayanan prima juga harus diberikan supaya warga puas dengan kinerja pegawainya," ujar Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Sabtu.
Salah satu upaya yang saat ini sedang dimaksimalkannya yakni dengan memberlakukan pembayaran pajak melalui sistem online demi memaksimalkan pendapatan dari sektor hotel dan restoran.
"Sektor ini akan kita genjot di tahun 2016 karena pendapatannya cukup potensial tetapi tak maksimal dan transparan penyetoran pajaknya ke Pemkot. Sistem online sangat terpercaya dan tidak ada lagi manipulasi nantinya," katanya.
Dia menjelaskan, pembayaran pajak hotel dan restoran melalui online itu akan langsung masuk ke PAD Pemkot Makassar. Sedangkan bagi perusahaan hotel dan restoran tidak perlu lagi mencari alasan karena sistem yang memudahkan sudah dibuat.
Berdasarkan data, PAD Pemkot Makassar tahun ini sedikit lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Tahun ini, Pemkot Makassar berhasil mengumpulkan Rp1,12 triliun lebih dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp989,15 miliar.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Makassar Adi Rasyid Ali (ARA) menyebutkan, peningkatan PAD Makassar hingga tiga kali lipat dari tahun sebelumnya itu sangat potensial terjadi jika Pemerintah Kota bisa memperketat potensi pendapatan dari sektor pajak.
"PAD masih tergolong kecil. Seharusnya bisa sampai Rp2 triliun hingga Rp3 triliun. Dengan visi dan misi serta rancangan program walikota untuk meningkatkan PAD, saya rasa itu mungkin saja," katanya.
Adi selaku koordinator Badan Anggaran (Banggar) DPRD mengatakan, pihaknya selama di Surabaya banyak berkonsultasi dengan DPRD Surabaya untuk mempelajari upaya peningkatan PAD.
DPRD setempat disebut memberi masukan teknis, terutama penghitungan pajak dari berbagai sektor usaha. Apa yang didapatkan di sana, kata Adi, bisa diterapkan di Makassar.
Menurut Adi, penerimaan pajak dari sektor hotel, rumah makan, dan reklame harus menjadi perhatian utama dalam peningkatan PAD. Selama ini, Pemkot Makassar dianggap masih lemah dalam menggali potensi di sektor tersebut.
"Kalau bisa dilakukan dengan baik, target Rp2 triliun lebih itu tidak susah kok. Pak wali saja pernah bilang potensi PAD Makassar bisa sampai Rp4 triliun," ungkapnya.
Sebagai contoh, Adi menyebutkan bahwa sejumlah hotel di Makassar banyak yang menunggak pajak. Bahkan ada hotel yang menunggak hingga dua tahun lebih.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
