Logo Header Antaranews Makassar

Wali Kota Makassar minta transparansi PLN

Rabu, 3 Februari 2016 05:47 WIB
Image Print
Kami meminta transparansi PLN mengenai penggunaan daya serta kapasitas daya...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto meminta transparansi dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sulselbartra) terkait penggunaan daya listrik.

"Kami meminta transparansi PLN mengenai penggunaan daya serta kapasitas daya yang dimiliki PLN hingga ada kebijakan pemadaman seperti ini," ujar Ramdhan Pomanto di Makassar, Selasa.

Dia mengatakan, pemadaman listrik yang dilakukan oleh PT PLN Wilayah Sulselbartra itu membuat masyarakat kecewa karena dampak yang ditimbulkan dari pemadaman sangat banyak.

Bukan cuma itu, Ramdhan menegaskan jika harus ada keterbukaan sekaligus menjelaskan kepada masyarakat mengenai penggunaan daya yang hanya setengah dari jumlah kapasitas yang ada saat ini.

"Harus ada keterbukaan sekaligus menjelaskan kepada masyarakat. Jangan ada monopoli dalam pelayanan listrik. Apalagi ini kebutuhan warga," tegasnya.

Menurutnya, pemadaman ini harus dijelaskan jika memang alasan daya karena sebelumnya PLN telah mmengaku jika memiliki beban daya sebesar 1.970 megawatt. Sementara daya yang tersalurkan kepada masyarakat hanya sekitar 700 megawatt.

"Jika alasan itu yang dialami PLN, maka Makassar atau Sulsel sangat membutuhkan investor dalam kelistrikan. Banyak investor dibidang listrik ini mau menanam investasinya," sebutnya.

Sementara Humas PLN wilayah Sulselrabar Kepala Humas PT PLN Sulselrabar, Rosita Zulkarnain melalui keterangan persnya mengakui ada pemadaman sebagian di dua lokasi yakni Kota Makassar dan Palopo.

"Daerah jalan Perintis Kemerdekaan serta wilayah Kaveleri dan sekitarnya merasakan kondisi padam ini, hal itu dikarenakan adanya ganguan atau jumper penghantar aliran listrik putus di pangkal penyulangnya, tim teknisi sudah melakukan perbaikan," katanya.

Sedangkan di Kota Palopo sebagaian wilayah dipadamkan. Hal itu diakibatkan adanya pohon yang tumbang di jaringan PLN termasuk di Kabupaten Bulukumba beberapa pelanggan pagi ini yang merasakan kondisi padam akibat adanya gangguan trafo.

"Atas kondisi yang terjadi selama tiga hari terkahir ini, atas nama PLN kami mohon maaf," sebut Rosita dalam keterangan tertulisnya.

Berdasarkan informasi pemadaman bergilir diterima dari PT PLN Sulsebar, sejumlah wilayah mendapat giliran pemadaman listrik di beberapa kecamatan dan kelurahan setiap harinya selama pemadaman.

Pihak PLN mengatakan pemadaman hanya berlangsung sekali di setiap titik. Pemadaman dilakukan antara pukul 18.00 Wita - 22.00 Wita.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026